Korban Tewas Serangan Taliban di Kabul Jadi 16 Orang

    Arpan Rahman - 03 September 2019 13:27 WIB
    Korban Tewas Serangan Taliban di Kabul Jadi 16 Orang
    Asap hitam dari lokasi serangan Taliban di dekat Green Village, Kabul, Afghanistan, 3 September 2019. (Foto: AFP/WAKIL KOHSAR)
    Kabul: Jumlah korban tewas serangan kelompok militan Taliban di permukiman warga dekat Green Village di Kabul, Afghanistan, bertambah menjadi 16 orang. Serangan yang dilancarkan Taliban saat utusan khusus Amerika Serikat datang ke Kabul itu juga melukai lebih dari 100 orang.

    Serangan terjadi beberapa jam usai Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad mengatakan pihaknya dan Taliban "secara prinsip" telah menyepakati sebuah perjanjian.

    Poin utama dalam perjanjian adalah penarikan sekitar 5.000 personel militer AS dari Afghanistan. Sebagai ganti dari penarikan, Taliban akan memberikan jaminan keamanan di Afghanistan.

    Dilansir dari Independent, Selasa 3 September 2019, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi mengatakan bahwa petugas keamanan telah menembak mati lima militan yang berusaha menyerang Green Village.

    Kelima militan berusaha menyerang usai beberapa rekannya meledakkan diri di lokasi kejadian.

    Green Village pernah dilanda serangan bom bunuh diri pada Januari lalu. Serangan saat itu bertepatan dengan tercapainya semacam kemajuan yang dibuat AS dalam mencari solusi damai konflik di Afghanistan.

    Jubir Taliban Zabihullah Mujadid mengonfirmasi pihaknya memang telah melancarkan sebuah serangan yang melibatkan bom bunuh diri dan senjata api.
     
    Khalilzad, yang telah bernegosiasi sekitar satu tahun dengan Taliban, mengatakan bahwa penarikan personel militer AS akan terjadi dalam kurun waktu empat bulan usai tercapainya perjanjian final.

    "Kami telah sepakat bahwa jika semua berjalan sesuai perjanjian, maka kami akan menarik diri dalam kurun waktu 135 hari," tutur Khalilzad yang merupakan warga AS kelahiran Afghanistan.
     
    Meski perjanjian sudah berada di depan mata, Taliban belum mau menghentikan serangan. Akhir pekan kemarin, Taliban berusaha menguasai kota Kunduz dan juga Pul-e-Khumri.

    Sejumlah warga Kabul juga mempertanyakan apakah Taliban dapat dipercaya setelah perjanjian damai disepakati. Mereka khawatir serangan akan terus dilancarkan Taliban meski pasukan AS sudah menarik diri.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id