comscore

RI-Korsel Jalin Kerja Sama Pengembangan Ethylene

M Sholahadhin Azhar - 08 Januari 2022 06:27 WIB
RI-Korsel Jalin Kerja Sama Pengembangan Ethylene
Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto/Istimewa
Seoul: Indonesia dan Korea Selatan menjalin kerja sama pengembangan ethylene. Kesepakatan terkait produk petrokimia itu diinisiasi Kementerian Investasi dan Lotte Chemical Corporation.

"Ini mencerminkan komitmen yang tinggi dari Indonesia dan Korea Selatan dalam meningkatkan investasi dan mengembangkan kemitraan baru di bidang ethylene," ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto melalui keterangan tertulis, Sabtu, 8 Januari 2022.
Dia berharap kesepakatan ini memperkuat hubungan Indonesia dan Korea Selatan. Sehingga, kerja sama di bidang lain bisa berjalan maksimal.

Baca: Di 2022, RI Fokus Bantu Pendidikan Perempuan dan Anak Afghanistan

“Saya berharap penandatanganan nota kesepahaman ini akan memperkuat kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan pada bidang-bidang strategis lainnya," kata Gandi.

Kerja sama tersebut bertujuan membangun kompleks petrokimia dengan kapasitas raksasa. Target produksi kawasan industri yakni 1 juta ton ethylene dengan target penjualan sebesar USD2,06 miliar per tahun. 

Di sisi lain, Gandi juga berdialog dengan Menteri Perdagangan Korea Selatan, Mr Yeo Han-Koo terkait krisis bahan mentah. Gandi menyampaikan pendekatan jangka pendek dan jangka panjang Indonesia terkait bahan mentah.

Terkait jangka pendek, pemerintah Indonesia memandang perlunya aktivasi kembali konektivitas global. Termasuk mobilitas pelaku usaha dan kelompok pekerja, serta pentingnya peningkatan kapasitas dan kesempatan sektor swasta dalam mengakses rantai pasok global. 

Sementara itu, Dubes Gandi membeberkan tiga strategi terkait pendekatan jangka panjang. Pertama yakni penguatan infrastruktur logistik dengan pembangunan dan pengembangan 30 pelabuhan di Tanah Air.

"Kedua, perlunya diversifikasi sumber pasokan. Ketiga, proteksionisme perdagangan perlu dibatasi dan tunduk pada ketentuan hukum internasional yang berlaku," kata Dubes Gandi.

Menteri Yeo juga menanyakan mengenai kebijakan tentang pelarangan ekspor batubara di Indonesia dan kemungkinan amandemennya. Dubes Sulis menjawab bahwa pemerintah Indonesia sedang melakukan pembahasan intensif antarkementerian terkait hal itu.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id