Politikus Malaysia Nilai Wanita Pemicu Kejahatan Seks

    Fajar Nugraha - 01 Agustus 2019 12:59 WIB
    Politikus Malaysia Nilai Wanita Pemicu Kejahatan Seks
    Mohamad Imran Abdul Hamid tokoh Partai Keadilan Rakyat (PKR) . Foto: The Star.
    Kuala Lumpur: Seorang anggota parlemen Malaysia memicu badai kritik setelah mengajukan rancangan undang-undang untuk melindungi laki-laki dari ‘rayuan’ oleh perempuan melakukan kejahatan seks.

    Mohamad Imran Abdul Hamid, seorang politikus dari Partai Keadilan Rakyat (PKR), koalisi yang berkuasa di negara itu, membuat komentar selama debat di majelis tinggi parlemen Rabu 31 Juli 2019.

    "Saya mengusulkan, tindakan pelecehan seksual untuk melindungi pria dari tindakan, kata-kata dan pakaian wanita, yang dapat menyebabkan pria tergoda sampai-sampai mereka dapat melakukan tindakan seperti inses, pemerkosaan, penganiayaan, (menonton) pornografi,” ujar Imran Abdul Hamid, seperti dilaporkan The Star, yang dikutip oleh AFP, Kamis, 1 Agustus 2019.

    "Ini penting, kita (pria) perlu dilindungi. Tindakan, pakaian wanita bisa membujuk kita untuk melanggar hukum,” imbuhnya.


    Pernyataan pensiunan laksamana itu mendapat kecaman cepat dari para juru kampanye di negara mayoritas Muslim. Bahkan pemimpin  PKR sendiri, Anwar Ibrahim, meminta dia untuk menarik kembali usulannya.

    "Meskipun niat saya tulus, saya tidak berharap itu dianggap sebagai kesalahan besar yang menyinggung banyak wanita dan pria juga,” ucapnya.

    Juru kampanye hak-hak perempuan Marina Mahathir termasuk di antara mereka yang mengkritik komentarnya, dengan mengatakan usulan itu melampaui batas.

    "Dia memberi alasan bagi pria berperilaku buruk," kata aktivis itu, yang juga putri Perdana Menteri Mahathir Mohamad, kepada AFP.

    "Itu hanya menunjuk pada jenis lingkungan beracun yang harus dijalani perempuan dalam politik, dan di daerah lain."

    Kelompok hak-hak perempuan Sisters in Islam tweeted bahwa kejahatan seks adalah "tercela", menambahkan bahwa "pria harus bertanggung jawab jika mereka melakukan kejahatan ini, terlepas dari apa yang wanita kenakan".

    Ini bukan pertama kalinya anggota parlemen itu dikecam rakyat. Pada 2015 ia dikritik setelah peringatan di parlemen terhadap atlet yang berpakaian seksi di pertandingan olah raga.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id