comscore

Indonesia Optimistis Tingkatkan Ekspor ke Yordania dan Palestina

Sonya Michaella - 16 Oktober 2017 10:14 WIB
Indonesia Optimistis Tingkatkan Ekspor ke Yordania dan Palestina
Dubes RI untuk Yordania, Andy Rachmianto (tengah) dengan pebisnis asal Yordania dan Palestina. (Foto: Dok. KBRI Amman)
medcom.id, Jakarta: KBRI Amman berhasil menggaet 92 pebisnis dari Yordania dan Palestina untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) yang baru saja berakhir tadi malam.

Nilai transaksi yang berhasil dibukukan KBRI Amman mencapai USD17 juta atau setara dengan Rp229 miliar. Angka ini melebihi nilai transaksi tahun sebelumnya yaitu USD12 juta atau setara dengan Rp161 miliar.
"Pencapaian ini menumbuhkan optimisme KBRI Amman untuk terus menggenjot promosi produk Indonesia melalui berbagai cara di wilayah akreditasi," kata Duta Besar RI untuk Yordania, Andy Rachmianto.

Seperti keterangant tertulis dari KBRI Amman kepada Metrotvnews.com, Senin 16 Oktober 2017, nilai transaksi ekspor ini juga akan terus bertambah dengan terealisasinya kontrak dagang dari beberapa order potensial dari para buyer yang tengah melakukan penjajakan lapangan ke daerah peroduksi eksportir masing-masing.

Selain itu, pebisnis Palestina yang datang ke expo tahunan ini tidak semuanya merupakan buyer namun di antara mereka juga ada yang ingin mencari counter part untuk pemasaran produknya di Indonesia, khususnya untuk produk minyak zaitun, kurma, dan stone industry, hal ini mengingat Palestina mempunyai produk potesial tersebut dengan kualitas tinggi.

"Saat ini sudah banyak dijumpai produk makanan Indonesia sampai ke
pelosok Yordania dan bahkan di Palestina, khususnya produk mi instan, produk kopi, biskuit dan kacang-kacangan," lanjut dia.

Banyak masukan dan complain dari buyer Yordania dan Palestina yang disampaikan kepada pejabat pendamping dari KBRI, antara lain, kurangnya diversifikasi produk yang ditampilkan, yaitu kurangnya produk-produk industri seperti spareparts, bahan bangunan, tekstil, dan industri elektronik.

Padahal produk-produk Indonesia tersebut sudah sangat terkenal kualitasnya di luar negeri. Sebaliknya, produk makanan dirasakan sangat mendominasi dari semua produk yang ditampilkan dalam expo.

Kondisi ini mengakibatkan banyak buyer yang tidak menemukan
produk yang dicari. Meskipun pada expo kali ini, Kementerian Perdagangan menyediakan tempat untuk memfasilitasi buyer yang tidak menemukan produk yang dicari, namun belum
dirasakan maksimal oleh para buyer.

Diharapkan masukan buyer tersebut dapat memperbaiki
pelaksanaan TEI tahun-tahun berikutnya dan dapat mengakomodir kepentingan buyer yang telah datang.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id