Delapan Orang Ditangkap Terkait Bom di Sri Lanka

    Marcheilla Ariesta - 22 April 2019 09:00 WIB
    Delapan Orang Ditangkap Terkait Bom di Sri Lanka
    Petugas polisi melakukan investigasi di salah satu lokasi pengeboman di Sri Lanka. (Foto: AFP).
    Kolombo: Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan delapan orang telah ditangkap sehubungan dengan ledakan yang menewaskan lebih dari 200 orang. Dia mengatakan sejauh ini yang ditangkap adalah warganya.

    "Sejauh ini nama-nama yang muncul adalah orang lokal," katanya dilansir dari laman Sputnik, Senin 22 April 2019.

    "Penyelidik akan memeriksa apakah para penyerang ini memiliki hubungan di luar negeri," imbuhnya.

    Sementara itu, saluran televisi News 1st melaporkan jumlah orang yang ditahan terkait serangkaian bom di Sri Lanka meningkat menjadi 13 orang. Sebelumnya, Menteri Reformasi Ekonomi dan Publik Sri Lanka, Harsha De Silva menuturkan tujuh yang ditangkap terkait ledakan tersebut.

    News 1st juga melaporkan pemerintah sadar akan kemungkinan serangan. Namun, mengutip Wickremesinghe, mereka tidak mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

    Baca juga: Para Pemimpin Dunia Kutuk Serangan Teroris di Sri Lanka

    Para tersangka meledakkan bom di sebuah kafe dan koridor hotel. Menurut peneliti, bahan peledak yang digunakan berjenis C-4.

    Salah satu tersangka pelaku bom bunuh diri dilaporkan masuk ke hotel Cinnamon Grand di Kolombo. Dia diidentifikasi sebagai Mohamed Azzam Mohamed.

    Sementara dua tersangka pelaku bom bunuh diri lainnya melakukan serangan di Hotel Shangri La dan gereja Batticaloa. Menurut News 18, keduanya diidentifikasi sebagai Zahran Hashim dan Abu Mohammed.

    Total korban tewas hingga saat ini mencapai 227 jiwa dan ratusan lainnya terluka. Para pemimpin dan tokoh dunia bersama-sama mengecam serangkaian ledakan tersebut.

    Dari total korban tewas dan luka, puluhan diantaranya adalah warga negara asing (WNA). Para WNA itu, menurut otoritas Sri Lanka, berasal dari Inggris, Belanda, Amerika Serikat dan lainnya.

    Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom di Sri Lanka.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id