37 Tentara India Tewas dalam Serangan di Kashmir

    Fajar Nugraha - 15 Februari 2019 11:16 WIB
    37 Tentara India Tewas dalam Serangan di Kashmir
    Ledakan di Kashmir yang dipicu oleh bom yang dipasang di sebuah kendaraan, tewaskan 37 orang. (Foto: AFP).
    Srinagar: Setidaknya 37 tentara paramiliter India tewas di Kashmir yang dikuasai India pada Kamis, 14 Februari 2019.  Ini adalah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan pemerintah di sana.

    Bom bunuh diri di luar Srinagar yang diklaim oleh kelompok militan kemungkinan akan meningkatkan ketegangan antara musuh bebuyutan nuklir India dan Pakistan. Selama ini India menuduh Islamabad mendukung militan.

    "Pengorbanan personel keamanan kami yang berani tidak akan sia-sia. Itu adalah serangan tercela,” ujar Perdana Menteri India Narendra Modi, seperti dikutip AFP, Jumat, 15 Februari 2019.

    Serangan diawali dengan ledakan bom yang dikemas di dalam sebuah mobil. Ledakan menghantam bus dalam konvoi 78 kendaraan yang membawa sekitar 2.500 anggota paramiliter Pasukan Cadangan Pusat (CRPF) paramiliter.

    Dua bus biru yang membawa sekitar 35 orang masing-masing terkena ledakan besar itu. Suara ledakan yang sangat besar bisa terdengar hingga  20 kilometer dari kota Srinagar di jalan raya utama ke Jammu.

    Kantor berita Press Trust of India (PTI) melaporkan bahwa setidaknya 39 orang tewas, sementara laporan pers lainnya mengatakan jumlahnya bisa melebihi 40.

    Beberapa jenazah diledakkan dengan sangat parah sehingga para pejabat merasa perlu waktu untuk mengidentifikasi mereka, lapor PTI. Konvoi membawa pasukan kembali dari cuti untuk bergabung kembali dengan dinas aktif. Tidak jelas apakah van yang berisi bahan peledak didorong ke konvoi atau apakah itu meledak ketika bus berdekatan.

    "Itu adalah ledakan yang kuat. Ledakan itu disebabkan oleh mobil," kata Juru Bicara CRPF Sanjay Kumar kepada AFP.

    Foto menunjukkan sisa-sisa yang dihitamkan dari satu kendaraan yang hancur di jalan raya. Laporan mengatakan bahwa ada 350 kilogram bahan peledak yang digunakan. Laporan media lokal mengatakan kelompok militan Jaish-e-Mohammed yang berbasis di Pakistan mengaku bertanggung jawab.

    Seorang juru bicara kelompok itu mengatakan kepada kantor berita setempat bahwa ‘serangan bunuh diri’ itu dilakukan oleh Aadil Ahmad, alias Waqas Commando, seorang militan yang dikenal dari daerah itu.

    Setelah serangan itu, ratusan pasukan pemerintah mengepung sekitar 15 desa di distrik tempat pengebom itu datang dan mulai mencari dari rumah ke rumah, kata seorang petugas polisi dan saksi mata.

    Bom mobil besar terakhir, yang menewaskan 40 orang termasuk tiga penyerang bunuh diri, juga dilakukan oleh Jaish-e-Mohammed, pada tahun 2001. Sasarannya adalah gedung parlemen lokal di Srinagar.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id