Rohingya Tolak Repatriasi ke Rakhine

    Sonya Michaella - 23 Agustus 2019 09:31 WIB
    Rohingya Tolak Repatriasi ke Rakhine
    Bus yang sedianya digunakan untuk mengangkut Rohingya ke Rakhine. (Foto: AFP)
    Cox's Bazar: Ribuan pengungsi Rohingya yang mendiami kamp pengungsian di Cox's Bazar menolak dipulangkan ke Rakhine State, Myanmar. Dengan demikian, usaha repatriasi Bangladesh dinyatakan gagal.

    Untuk kloter pertama, direncanakan 300 keluarga pengungsi akan diberangkatkan ke Rakhine. Namun, mereka menolak dengan keras.

    "Saya takut kembali ke Myanmar. Saya takut dengan pemerintahan Myanmar," kata seorang pengungsi, dikutip dari AFP, Jumat 23 Agustus 2019.

    Komisaris Pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam mengatakan ada lima bus dan dua truk yang disewa untuk membawa para pengungsi kembali ke Rakhine.

    Baca: Rohingya Tuntut Pengakuan Status Sebelum Repatriasi 

    Awalnya, pengungsi Rohingya sepakat untuk dipulangkan. Sejak rencana ini diumumkan, staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para pejabat Bangladesh telah mewawancarai pengungsi yang lolos untuk pulang berdasarkan kemauan mereka sendiri. 

    "Tak seorangpun dari 300 keluarga yang sudah diwawancara itu ingin pulang ke Rakhine," ujar Kalam. 

    Padahal, para pejabat Myanmar telah dikirim ke perbatasan untuk menyambut kedatangan para pengungsi Rohingya.

    Upaya repatriasi ini telah dicanangkan Bangladesh dan Myanmar sejak tahun lalu. Meski demikian, rencana ini juga gagal karena para pengungsi menolak dipulangkan.

    Baca: Repatriasi ke Myanmar, Pengungsi Rohingya Khawatir Keselamatan

    Selama ini, Myanmar menolak memberikan status kewarganegaraan kepada Rohingya, dan menyebut mereka semua sebagai Bengali -- istilah bagi imigran gelap asal Bangladesh.
     
    Ini merupakan percobaan kali kedua Myanmar dalam kurun waktu kurang dari dua tahun untuk membujuk Rohingya agar mau direpatriasi ke Rakhine.

    Sementara itu, Bangladesh sempat menuduh Myanmar sengaja menunda-nunda repatriasi. Dhaka menegaskan tidak akan memaksa Rohingya untuk pulang, namun meminta Myanmar untuk segera mempercepat proses repatriasi.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id