Duterte Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Islandia

    Willy Haryono - 16 Juli 2019 10:45 WIB
    Duterte Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Islandia
    Presiden Filipina Rodrigo Duterte (tengah) menghadiri pertemuan Brunei Darusalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 di Bangkok, Thailand, 23 Juni 2019. (Foto: Antara/PUSPA PERWITASARI)
    Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku "serius mempertimbangkan" untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Islandia. Ia kesal karena Islandia merupakan negara terdepan terkait Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendorong penyelidikan terhadap kebijakan 'perang melawan narkotika' di Filipina.

    Selama ini Duterte mengecam negara manapun yang mengkritik kebijakannya terkait pemberantasan narkoba di Filipina. Kebijakan tersebut telah menewaskan ribuan orang, yang dikatakan sejumlah kritik dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Ancaman pemutusan hubungan diplomatik disampaikan juru bicara kepresidenan Filipina Salvador Panelo. Pernyataan itu merupakan respons terhadap Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang mendukung proposal resolusi Islandia mengenai perang narkoba di Filipina.

    "(Duterte) serius mempertimbangkan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Islandia," kata Panelo.

    "Resolusi yang didorong Islandia bersifat satu arah, berpandangan sempit dan sangat partisan," lanjutnya, disitat dari laman AFP, Selasa 16 Juli 2019.

    Perang narkoba ala Duterte dimulai pada 2016. Sejak saat itu kepolisian Filipina mengaku telah membunuh lebih dari 5.300 terduga kasus narkoba. Namun, sejumlah grup HAM menduga angka kematian sebenarnya empat kali lipat dari laporan resmi pemerintah Filipina.

    Baca: Perang Narkoba Bawa Filipina Masuk Daftar Negara Berbahaya

    Resolusi PBB oleh Islandia baru merupakan tambahan dari investigasi yang telah dilakukan tim jaksa dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Filipina telah meninggalkan keanggotaan ICC tahun ini.

    Menurut Panelo, resolusi PBB oleh Islandia "mendemonstrasikan bagaimana kekuatan Barat merendahkan kedaulatan negara dalam melindungi masyarakat kami."

    Pekan kemarin, Amnesty International merilis sebuah laporan yang menuduh pembunuhan dalam perang narkoba di Filipina dilakukan secara "sistematis." Menurut Amnesty, polisi yang membunuh para terduga kasus narkboa cenderung dibiarkan begitu saja oleh Duterte.

    Jumat kemarin, Duterte secara personal telah menyerang Islandia terkait resolusi PBB. "Islandia, apa sebenarnya masalah di Islandia? Masalah mereka hanya es. Itu masalah kalian. Ada terlalu banyak es di negara kalian," tutur Duterte.

    "Para idiot di Islandia tidak memahami masalah sosial, ekonomi, dan politik di Filipina," sambungnya.

    Filipina dan Islandia memiliki hubungan diplomatik resmi. Namun menurut Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin, keduanya tidak memiliki kedubes di negara masing-masing.

    Kerja sama ekonomi kedua negara meliputi investasi energi panas bumi di Filipina. Sementara Filipina mengirimkan tenaga kerja mereka untuk bekerja sebagai buruh pabrik dan perawat di Islandia.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id