Korut Tuding Warga Australia Lakukan Spionase

    Sonya Michaella - 07 Juli 2019 11:00 WIB
    Korut Tuding Warga Australia Lakukan Spionase
    Alek Sigley ketika bebas. (Foto: AFP)
    Pyongyang: Warga negara Australia yang berstatus mahasiswa, Alek Sigley, akhirnya dibebaskan Korea Utara (Korut), dua hari lalu. Korut mengatakan, penahanan Sigley karena pria tersebut melakukan spionase atau kegiatan mata-mata.

    "Penyelidikan mengungkapkan bahwa dengan bantuan NK News dan media anti-Korut lainnya, ia menyerahkan sejumlah foto dan data menggunakan identitas mahasiswa asing," sebut kantor berita Korut, KCNA, Minggu 7 Juli 2019.

    Sigley ditahan di Korut sejak 25 Juni 2019. Ia merupakan pengguna media sosial aktif dan juga kerap menyumbang tulisan bagi organisasi media internasional termasuk NK News.

    Laporan terbarunya tertanggal 30 April 2019 menceritakan sejumlah pengalamannya ketika dia makan di Pyongyang. Sigley saat ini berstatus sebagai mahasiswa Universitas Kim Il Sung jurusan Bahasa Korea.

    "Sigley mempublikasikan enam artikel yang merupakan ceritanya sendiri dan ide untuk tulisan itu. Semua tulisa Sigley kami publikasikan secara transparan menggunakan namanya antara Januari hingga April 2019. Tafsiran KCNA sangat salah," sebut pernyataan dari NK News.

    Baca: Lama Ditahan di Korut, Siswa Australia Dibebaskan

    Menurut NK News, tulisan Sigley sama sekali tidak menjelekkan Korut. Bahkan, Sigley berusaha menunjukkan sisi lain dari Pyongyang dengan menceritakan kehidupan sehari-harinya tinggal di kota itu.

    Namun, KCNA yang merupakan corong pemerintah, tetap menyebut Sigley sebagai mata-mata dan dilakuka berulang-ulang. 

    Usai bebas dari cengkeraman Korut, Sigley menegaskan dirinya akan tinggal di Jepang, Korea Selatan atau kembali ke Australia. Semua itu merupakan pilihan terbaik daripada kembali ke Korut.

    Sigley meninggalkan Korea Utara pada Kamis kemarin dan terbang ke Tiongkok. Di sana dia bertemu dengan pejabat Australia untuk penerbangan ke Tokyo.

    Pihak berwenang Swedia membantu mengamankan pembebasan Sigley. Ini dilakukan karena Australia tidak memiliki hubungan diplomatik di Korea Utara.
     



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id