Iran Izinkan Kanada Selidiki Puing Pesawat Ukraina

    Willy Haryono - 14 Januari 2020 11:16 WIB
    Iran Izinkan Kanada Selidiki Puing Pesawat Ukraina
    Petugas berada di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di dekat Teheran, Iran, 8 Januari 2020. (Foto: AFP/ISNA/ROUHOLLAH VAHDATI)
    Teheran: Iran telah mengizinkan tim investigator Kanada untuk mengakses puing serta kotak hitam dari pesawat maskapai Ukraina yang jatuh terkena misil pekan kemarin. Tim Kanada pun bertolak menuju Teheran pada Senin 13 Januari 2020.

    "Kami belum dapat memastikan sepenuhnya akan seperti apa cakupan investigasi ini," kata Ketua Dewan Keselamatan Transportasi Kanada (TSB) Kathy Fox dalam sebuah konferensi pers, dilansir oleh AFP.

    "Ada indikasi awal Iran mengizinkan TSB untuk memainkan peran yang lebih aktif dari sebelumnya," lanjut dia.

    Dua investigator Kanada diyakini sudah berada di Teheran, sementara dua lainnya akan menyusul dalam hitungan hari atau pekan. Mereka semua diundang Iran yang menyelidiki jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) dengan nomor penerbangan PS752.

    Tim asal Kanada diizinkan untuk mengunjungi situs tragedi dan puing pesawat yang disimpan di dekat sebuah hangar.

    "Kami tahu apa yang telah terjadi. Tapi kami belum tahu mengapa bisa terjadi seperti itu," tutur Fox, merujuk pada pengakuan Iran yang tak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina.

    Fox menambahkan, tim Kanada akan memastikan apakah peluncuran misil itu disengaja atau tidak. Berdasarkan keterangan Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) pada Sabtu kemarin, misil itu meluncur ke arah pesawat akibat "human error." IRGC menyebut operator misil salah mengira Boeing 737 sebagai "pesawat musuh."

    Sementara itu, Perdana Menteri Kanada mengatakan, semua penumpang dan kru pesawat UIA PS752 mungkin masih hidup saat ini jika tidak terjadi ketegangan di kawasan yang sebagiannya dipicu aksi Amerika Serikat.

    Tragedi pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) pada 8 Januari itu menewaskan 176 orang. Dari total korban tewas, banyak yang merupakan warga Kanada keturunan Iran.

    Jatuhnya UIA PS752 terjadi di hari yang sama saat Iran meluncurkan belasan misil ke dua pangkalan tempat bermukimnya pasukan Amerika Serikat di Irak. Peluncuran misil merupakan balasan Iran atas kematian jenderal Qassem Soleimani dalam serangan udara AS di Irak pada 3 Januari.

    Mengenai Soleimani, PM Trudeau menilai seharusnya Presiden AS Trump memberitahu para sekutunya, termasuk Kanada, sebelum melancarkan serangan udara.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id