Dana Awal Indonesian AID Sudah Siap Rp3 Triliun

    Marcheilla Ariesta - 18 Oktober 2019 13:45 WIB
    Dana Awal Indonesian AID Sudah Siap Rp3 Triliun
    Menlu Retno Marsudi menjelaskan sumber dana Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (Indonesian AID). Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
    Jakarta: Indonesia meluncurkan lembaga bantuan untuk memperkokoh kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia melalui bidang ekonomi. Bantuan tersebut diberikan lewat Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (Indonesian AID).

    "Ini adalah endowment fund (dana sumbangan) dari APBN kita. Jadi yang dipergunakan adalah interest (bunga) dari endowment fund itu," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Retno mengatakan dananya akan bertambah terus dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, dana yang ada sudah Rp3 triliun.

    Menurutnya, sistem lembaga bantuan ini seperti Lembaga Penyedia Dana Pendidikan (LPDP).

    "Uangnya tidak hilang tapi interestnya yang dipakai untuk kerja sama pembangunan. Tujuannya untuk memperkokoh kontribusi kita bagi perdamaian dan kesejahteraan Indonesia, termasuk untuk pencapaian SDGs, karena banyak negara yang perlu kerja sama," terang dia.

    Menurutnya, Indonesian AID ini sekaligus untuk menunjukkan pentingnya kerja sama internasional. Karena, imbuh Retno, kalau tidak saling membantu pasti ada yang tertinggal.

    "Karena kalau SDGs itu kan no one left behind. Kita berusaha agar semua maju bersama," imbuh Retno.

    Retno mengatakan tahun ini sudah ada lima negara Pasifik dan dua negara ASEAN yang diproyeksikan mendapat bantuan Indonesian AID. Lima negara Pasifik itu adalah Tuvalu, Nauru, Solomon Island, Fiji, dan Kiribati, sedangkan dua negara ASEAN lainnya adalah Myanmar dan Filipina.

    Retno menjelaskan kerja sama pembangunan ini disesuaikan dengan kebutuhan negara yang meminta bantuan. Menurutnya ini sejalan dengan garis pembangunan di Indonesia.

    "Misalnya climate change (perubahan iklim) sesuai dengan ini, diperlukan misalnya negara Pasifik, itu adalah penerima driven. Jadi negara-negara itu yang akan tentukan mana dan bidang apa yang dibutuhkan," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id