Topan Hagibis: Lansia Tewas Terjatuh dari Helikopter

    Willy Haryono - 14 Oktober 2019 10:24 WIB
    Topan Hagibis: Lansia Tewas Terjatuh dari Helikopter
    Foto udara memperlihatkan area terdampak banjir di Date, Fukushima, Jepang, Minggu 13 Oktober 2019. (Foto: AFP/JIJI PRESS)
    Fukushima: Seorang wanita lanjut usia tewas terjatuh dari helikopter dalam upaya penyelamatan di tengah banjir yang dipicu Topan Hagibis di Jepang, Minggu 13 Oktober 2019.

    Menurut laporan kantor berita NHK, wanita berusia 77 tahun itu terjatuh karena petugas penyelamat lupa memasangkan kait pengaman. Dia adalah satu dari 35 korban tewas Topan Hagibis yang melanda Jepang pada Sabtu 12 Oktober.

    Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo meminta maaf atas terjadinya insiden tersebut. Mereka mengakui bahwa salah satu petugas memang lupa memasangkan kait pengaman. 

    Insiden terjadi di kota Iwaki di prefektur Fukushima. Wanita yang namanya tidak disebutkan itu terjatuh dari ketinggian 40 meter, dan dikonfirmasi meninggal setelah sempat dibawa ke rumah sakit.

    Prosedur standar yang tidak diikuti menjadi penyebab terjadinya insiden. Salah satu petugas seharusnya memasangkan kait, dan rekannya harus mengonfirmasi bahwa pengaman itu sudah benar-benar terkunci.

    Meski Hagibis telah menjauhi dataran utama pulau Honshu, banjir dan tanah longsor masih menjadi masalah di sejumlah wilayah Jepang.

    Lebih dari 100 ribu petugas penyelamat -- termasuk 31 ribu personel militer -- menggali material longsor untuk mencari korban selamat. Sebagian besar kematian terkait Hagibis di Jepang diakibatkan tenggelam di tengah banjir atau terkubur tanah longsor.

    Selain menggunakan helikopter, petugas juga memakai perahu karet untuk mengevakuasi ribuan warga dari wilayah terdampak banjir. Di Kawagoe, petugas mencoba mengevakuasi ratusan lansia dari sebuah panti jompo yang hampir sepenuhnya terendam banjir.

    "Topan dahsyat telah menyebabkan kerusakan parah di Jepang bagian timur," kata juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga, usai Hagibis menjauhi daratan utama pulau Honshu.
     
    Tayangan langsung media lokal memperlihatkan sebuah helikopter terbang di area tergenang banjir di prefektur Nagano. Banjir di area tersebut berasal dari luapan Chikuma setelah sungai tersebut diguyur hujan deras yang dibawa Hagibis.
     
    Terdapat pula tayangan lainnya yang memperlihatkan sejumlah alat berat berusaha mengatasi genangan banjir di Nagano.

    Suga mengatakan Topan Hagibis telah merusak banyak perumahan warga, namun ia berjanji proses perbaikan akan segera dilakukan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id