Indonesia Tolak Pernyataan AS Soal Permukiman Israel

    Willy Haryono - 20 November 2019 06:16 WIB
    Indonesia Tolak Pernyataan AS Soal Permukiman Israel
    Foto yang diambil tanggal 19 November 2019 memperlihatkan situs rekonstruksi permukiman Israel di pinggiran Tepi Barat. (Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND)
    Jakarta: Pemerintah Indonesia menolak tegas pernyataan Amerika Serikat mengenai pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat. AS mengubah kebijakan luar negerinya, dengan mengatakan bahwa permukiman Israel di Tepi Barat tidak lagi inkonsisten terhadap hukum internasional.

    "Pernyataan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait," ujar pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Selasa 19 November 2019 malam.

    Kemenlu RI menegaskan secara konsisten menentang tindakan Israel yang membangun permukiman ilegal di wilayah Palestina.

    "Pembangunan permukiman ilegal merupakan de facto aneksasi dan menjadi penghalang upaya perdamaian berdasarkan Solusi Dua Negara," sebut Kemenlu RI.

    "Indonesia mendesak masyarakat internasional untuk bersatu dan terus memberikan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina," sambungnya.

    Perubahan kebijakan luar negeri AS disampaikan Menlu Mike Pompeo. "Setelah mempelajari perdebatan semua kubu secara seksama , AS menyimpulkan bahwa pembangunan permukiman sipil Israel di Tepi Barat tidak lagi inkonsisten terhadap hukum internasional," kata dia.

    "Menyebut pendirian permukiman sipil (Israel) sebagai sesuatu yang inkonsisten terhadap hukum internasional tidak mampu mendorong berlanjutnya proses perdamaian," lanjut dia.
     
    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik langkah AS. Menurutnya, pergeseran posisi AS ini telah "memperbaiki kesalahan historis," dan menyerukan negara-negara lain untuk mengikuti langkah Washington.

    Sementara kepala negosiator Palestina Saeb Ereket menilai keputusan AS sebagai risiko terhadap "stabilitas, keamanan dan perdamaian global." Perubahan posisi AS juga berpotensi mengganti hukum internasional dengan "hukum rimba."
     
    Permukiman di Tepi Barat adalah salah satu isu paling sering diperdebatkan Israel dan Palestina.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id