Usai Undang Kim Jong-un, Trump Bertolak ke DMZ Korea

    Willy Haryono - 30 Juni 2019 09:34 WIB
    Usai Undang Kim Jong-un, Trump Bertolak ke DMZ Korea
    Helikopter Marine One dengan Presiden AS Donald Trump di dalamnya mendarat di Seoul, Korsel, 29 Juni 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
    Seoul: Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap bertolak menuju Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara pada Minggu 30 Juni 2019. Dalam kunjungan resmi usai Konferensi Tingkat Tinggi G20 ini, terbuka kemungkinan akan adanya pertemuan antara Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un.

    Dilansir dari laman AFP, Trump tidak menyebutkan nama Kim saat menuliskan status di Twitter, yang mengatakan bahwa hari ini dirinya akan berbicara di hadapan pasukan AS di Korsel dan berkunjung ke DMZ.

    Usai KTT G20 berakhir pada Sabtu 29 Juni, Trump langsung bertolak menuju Korsel dengan menggunakan helikopter Marine One.

    Pertemuan perdana Trump dan Kim berlangsung di Singapura tahun lalu. Itu merupakan pertemuan perdana antar pemimpin Korut dan presiden aktif AS.

    Vietnam menjadi lokasi pertemuan kedua Trump dan Kim pada Februari lalu. Sama seperti di Singapura, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apapun mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea.

    Hubungan AS dan Korut relatif mandek usai dua pertemuan tersebut. Korut tidak bersedia melucuti program nuklir sebelum AS mencabut sanksi ekonomi. Begitu juga sebaliknya, yakni AS menolak mencabut sanksi sebelum Korut mengakhiri program nuklir dan misil balistik.

    Namun beberapa waktu terakhir, hubungan AS dan Korut mulai menghangat. Trump dan Kim telah saling bertukar surat pribadi, yang memunculkan harapan akan adanya pertemuan ketiga.

    "Jika Ketua Kim dari Korea Utara berkenan, saya siap bertemu dengannya di Perbatasan/DMZ untuk sekadar berjabat tangan atau mengatakan halo(?)!" tulis Trump saat masih menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu 29 Juni.

    Tidak hanya melayangkan undangan, Trump juga mengaku bersedia jika harus menyeberang ke Korut bersama Kim. Tahun lalu, peristiwa historis terjadi di DMZ, saat Presiden Korsel Moon Jae-in diundang Kim dan melintasi garis batas DMZ menuju Korut.

    "Tentu saja, saya bersedia. Saya merasa sangat nyaman jika memang diundang. Saya tidak masalah," sebut Trump kepada awak media, saat ditanya apakah mau menyeberang ke Korut.

    Selang beberapa jam usai Trump melayangkan undangannya, kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) mengutip ucapan Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui. Dalam artikel di KCNA itu, Choe mengatakan undangan Trump "sangat menarik," meski Pyongyang belum menerima undangan resmi dari Washington.

    Cheong Seong-chang, seorang peneliti senior dari Sejong Institute di Seoul, menilai bahwa artikel KCNA mengindikasikan bahwa Kim "telah menerima" undangan Trump.

    "Jika dia (Kim) tidak tertarik, maka tidak akan ada pernyataan seperti itu (di KCNA)," kata Cheong

    Baca: Korut Tertarik dengan Undangan Trump untuk Bertemu di DMZ.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id