Carrie Lam Sebut Hong Kong Separuh Lumpuh

    Willy Haryono - 05 Oktober 2019 16:28 WIB
    Carrie Lam Sebut Hong Kong Separuh Lumpuh
    Kerusakan di salah satu stasiun MTR di Tseung Kwan O, Hong Kong, Sabtu 5 Oktober 2019. (Foto: AFP)
    Hong Kong: Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengecam keras demonstran pro-demokrasi yang merusak stasiun kereta bawah tanah dan pertokoan sejak Jumat 4 Oktober malam. Bentroan antar demonstran dan petugas tersebut dipicu larangan penggunaan masker dalam semua gerakan protes.

    "Aksi ekstrem para perusuh telah menciptakan malam yang sangat gelap di Hong Kong, dan juga telah membuat Hong Kong separuh lumpuh hari ini," ujar Carrie Lam, dalam keterangan perdananya usai menerapkan larangan penggunaan masker.

    "Semua orang saat ini sangat khawatir, atau bahkan ketakutan. Aksi kekerasan ekstrem terjadi di semua distrik Hong Kong," lanjut dia, dilansir dari laman The Straits Times.

    Dalam pidatonya, Carrie menjelaskan alasan melarang penggunaan masker. Ia menyebut sebagian besar perusakan yang terjadi di lapangan sejauh ini sebagian besarnya dilakukan pengunjuk rasa bertopeng.

    Demi mencegah terjadinya perusakan lebih lanjut, Carrie pun mengeluarkan larangan penggunaan masker. "Itulah alasan konkret yang harus kami terapkan kemarin," tutur Carrie.

    Hari ini seluruh moda transportasi kereta mass transit rail (MTR) di Hong Kong dihentikan. Tidak hanya MTR, bahkan sejumlah perjalanan kereta menuju bandara pun juga dibekukan untuk sementara.

    Gelombang protes di Hong Kong telah memasuki pekan ke-18, dan belum memperlihatkan tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat. Larangan penggunaan masker oleh Carrie adalah bagian dari Emergency Regulation Ordinances -- hukum era kolonial yang memungkinkan diterapkannya aturan apapun di tengah masa darurat di Hong Kong.

    "Kami meyakini aturan ini akan mencegah terjadinya aksi kekerasan oleh demonstran bertopeng dan para perusuh," ungkap Carrie.

    Sementara itu di distrik Yuen Long, seorang polisi menembakkan senjata api saat dirinya dikepung dan diserang pengunjuk rasa. Sebuah bom molotov sempat menyala di dekat kakinya.
     
    "Sekelompok perusuh menyerang polisi berpakaian sipil di distrik Yuen Long. Polisi jatuh ke jalan dan dipukuli massa. Karena merasa terancam, dia menembakkan senjata api," ujar pernyataan resmi Kepolisian Hong Kong.
     
    Masih di Yuen Long, seperti dilaporkan dari South China Morning Post, seorang remaja dikabarkan terluka akibat terkena peluru tajam. Belum diketahui apakah peluru itu berasal dari polisi yang sempat dipukuli demonstran.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id