Khawatir Korona, Warga Singapura Ramai-Ramai Berbelanja

    Willy Haryono - 08 Februari 2020 16:05 WIB
    Khawatir Korona, Warga Singapura Ramai-Ramai Berbelanja
    Warga berdiri di deretan rak kosong di sebuah supermaret di Singapura, 8 Februari 2020. (Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)
    Singapura: Warga Singapura mengantre panjang di sejumlah supermarket untuk membeli berbagai kebutuhan pokok, Sabtu 8 Februari 2020. Pemandangan ini terjadi usai Singapura meningkatkan status siaga virus korona ke Oranye, satu level di bawah Merah.

    Sejak muncul akhir tahun lalu, virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah menewaskan lebih dari 700 orang dan menginfeksi sekitar 34 ribu di Tiongkok dan sejumlah negara lain.

    Singapura, dengan total 33 kasus virus korona, meningkatkan level siaga ke Oranye sejak Jumat 7 Februari. Saat penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) mewabah pada 2002-2003, Singapura juga menerapkan level siaga yang sama.

    Saat level siaga oranye diumumkan tadi malam, warga Singapura beramai-ramai mendatangi supermarket dan pusat perbelanjaan. Banyak dari mereka datang berbelanja dengan mengenakan masker.

    Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan deretan rak kosong dan antrean panjang di sejumlah rumah sakit. Pemandangan ini berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu ini.

    "Saya takut jika pemerintah meningkatkan lagi level siaga, kami tidak dapat keluar rumah," kata seorang ibu rumah tangga yang tidak ingin namanya disebutkan, kepada kantor berita AFP.

    Menteri Perdagangan Singapura Chan Chun Sing meminta warga untuk tetap tenang dan tidak perlu terlalu banyak membeli berbagai kebutuhan pokok. "Pasokan kebutuhan pokok dan makanan masih relatif aman," ucap Chan di Facebook.

    Peristiwa serupa juga terjadi di Hong Kong. Ribuan warga beramai-ramai membeli berbagai kebutuhan pokok di tengah kekhawatiran menyebarnya virus korona nCoV.

    Peningkatan level siaga di Singapura dilakukan saat virus korona nCoV terus menyebar ke seantero negeri. Empat orang di Singapura bahkan terjangkit virus korona walau mereka tidak pernah bepergian ke Tiongkok dalam beberapa pekan terakhir. 

    Salah satu dari mereka adalah seorang warga negara Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.
     
    "Fokus saat ini secara agresif adalah menghentikan atau membatasi penyebaran lebih lanjut," ucap pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) dalam keterangan di situs resminya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id