Kasus Korona di Korsel Melonjak Drastis Jadi 433

    Willy Haryono - 23 Februari 2020 08:09 WIB
    Kasus Korona di Korsel Melonjak Drastis Jadi 433
    Pasien virus korona COVID-19 di rumah sakit Daenam di Cheongdo dipindahkan ke fasilitas medis lain. (Foto: AFP)
    Seoul: Jumlah kasus virus korona COVID-19 di Korea Selatan melonjak drastis hingga dua kali lipat dalam kurun waktu satu hari. Sabtu kemarin, otoritas Korsel melaporkan adanya tambahan 229 kasus, yang menjadikan totalnya saat ini mencapai 433.

    Dilansir dari BBC, Minggu 23 Februari 2020, Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun menyebut situasi di negaranya terkait korona cukup "mengkhawatirkan."

    Banyak dari tambahan kasus terbaru korona di Korsel terkait dengan sebuah rumah sakit dan grup keagamaan di kota Daegu. Dari total 433 kasus di Korsel, tiga orang dinyatakan meninggal.

    Daegu dan area di dekatnya, Cheongdo, telah dideklarasikan sebagai "zona kasus khusus." Jalanan kota Daegu kini dilaporkan sudah hampir sepenuhnya kosong karena warga khawatir tertular korona.

    Sejauh ini, Korsel adalah negara dengan jumlah kasus terkonfirmasi terbanyak virus korona COVID-19 setelah Tiongkok dan kapal pesiar Diamond Princess. Total kasus korona di Tiongkok mencapai 76.930, sedangkan di Diamond Princess telah melampaui 600.

    Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dan John Hopkins CSSE, angka kematian global dalam wabah korona telah mencapai 2.460 dengan total kasus 78.630. Sementara jumlah pasien sembuh global mencapai 23.088.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Tiongkok untuk tetap waspada karena tren penurunan ini mungkin tidak akan terus berlanjut.
     
    WHO mengaku kini lebih khawatir terhadap kemunculan korona di luar Tiongkok, terutama untuk pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke Negeri Tirai Bambu.
     
    Belum lama ini, Iran, Korea Selatan dan Italia menjadi tiga negara sorotan karena kemunculan sejumlah kasus korona. Iran melaporkan adanya lima kematian akibat korona, sedangkan Korsel tiga dan Italia dua.
     
    Kepala WHO Tedros Adhanon Ghebreyesus memperingatkan bahwa kesempatan untuk menekan penyebaran wabah korona di panggung global mulai menipis.
     
    "Meski kesempatan mengendalikan wabah sudah mulai menyempit, masih ada peluang untuk melakukannya," tutur Tedros.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id