Dihukum Mati, Banding Warga Kanada Ditolak Pengadilan Tiongkok

    Arpan Rahman - 09 Mei 2019 20:09 WIB
    Dihukum Mati, Banding Warga Kanada Ditolak Pengadilan Tiongkok
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Beijing: Pengadilan Tiongkok menunda persidangan atas permohonan seorang warga Kanada terhadap hukuman mati karena penyelundupan narkoba tanpa putusan Kamis. Kasus ini memperparah pertikaian diplomatik antara Beijing dan Ottawa.

    Robert Lloyd Schellenberg, 36, dijatuhi hukuman mati pada Januari setelah pengadilan menganggap hukuman penjara 15 tahun sebelumnya terlalu ringan.

    Dilansir dari laman AFP, Kamis 9 Mei 2019, sidang banding itu digelar sehari sesudah eksekutif puncak raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei, Meng Wanzhou, muncul di pengadilan di Kanada guna melawan upaya ekstradisi Amerika Serikat yang memicu badai diplomatik.

    Pengadilan Tinggi Rakyat Liaoning di timur laut Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "semua hak prosedural pemohon banding Schellenberg dijamin sesuai dengan hukum".

    Pengadilan telah ditunda dan pengadilan akan "memilih satu hari atau waktu untuk memutuskan hukuman," katanya tanpa menyebut lebih lanjut.

    Kasus Schellenberg dipandang sebagai potensi pengungkit untuk Meng, yang ditangkap atas permintaan ekstradisi AS terkait pelanggaran sanksi Iran -- tautan yang berulang kali dibantah Beijing.

    Setelah penangkapan eksekutif Huawei pada Desember, Tiongkok menahan mantan diplomat Kanada Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor, yang oleh para pengamat dilihat sebagai balas dendam.

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berkata bahwa Tiongkok telah "memilih untuk secara sewenang-wenang" menjatuhkan hukuman mati kepada Schellenberg. Pemerintahannya telah memohon grasi.

    Ottawa mengatakan, Rabu, "sangat prihatin bahwa Tiongkok telah memilih untuk menerapkan hukuman mati, hukuman yang kejam dan tidak manusiawi”. Para pejabat Kanada diharapkan menghadiri sidang Kamis.

    Warga Kanada ditahan

    Schellenberg awalnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda 150.000 yuan (USD22.000) pada November.

    Tetapi setelah naik banding, pengadilan tinggi di Liaoning memutuskan pada Desember bahwa hukuman itu terlalu ringan mengingat beratnya kejahatannya. Sekitar sebulan kemudian, hukumannya diubah menjadi hukuman mati.

    Tiongkok telah mengeksekusi orang asing karena kejahatan terkait narkoba di masa lalu, termasuk seorang warga negara Jepang pada 2014, seorang Filipina pada 2013, dan seorang warga Inggris pada 2009.

    Pekan lalu, Warga Kanada lainnya, Fan Wei, dijatuhi hukuman mati karena perdagangan narkoba dalam kasus terpisah di Tiongkok selatan. Kovrig dan Spavor, sementara itu, telah ditolak aksesnya ke pengacara dan hanya diizinkan kunjungan konsuler bulanan.

    Beberapa hari setelah Kanada meluncurkan proses ekstradisi terhadap Meng pada Maret, Tiongkok mengumumkan telah mencurigai Kovrig memata-matai dan mencuri rahasia negara. Diduga sesama warga Kanada, Spavor, sudah memberinya informasi.

    Sementara itu, Meng Huawei kembali ke pengadilan di Vancouver pada Rabu, pengacaranya berpendapat bahwa kasus itu bermotif politik. Perusahaannya mengatakan dia tidak bersalah.

    Huawei juga berada di garis persilangan AS karena Washington berupaya meyakinkan negara-negara Barat supaya menghindari perusahaan telekomunikasi itu karena masalah keamanan.

    Perselisihan diplomatik tampaknya telah meluas ke arena ekonomi: Tiongkok telah melarang kanola Kanada dan pengiriman daging babi bernilai miliaran dolar.

    Ottawa telah menekan Washington -- yang terkunci dalam perang dagang dengan Tiongkok -- untuk meningkatkan tekanannya atas nama para warga Kanada yang ditahan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id