Empat Orang Selamat usai Terapung 32 Hari di Pasifik

    Arpan Rahman, Marcheilla Ariesta - 12 Februari 2020 20:06 WIB
    Empat Orang Selamat usai Terapung 32 Hari di Pasifik
    Samudra Pasifik. (Foto: AFP)
    Honiara: Empat orang ditemukan selamat setelah mereka terombang-ambing selama 32 hari di Samudra Pasifik. Keempatnya merupakan bagian dari sekelompok orang yang menaiki kapal kayu untuk merayakan Hari Raya Natal di Pulau Carteret.

    Dari total orang di kapal tersebut, delapan orang meninggal -- termasuk seorang bayi.

    Dilansir dari The Guardian, Rabu 12 Februari 2020, kelompok ini hendak merayakan Natal di Pulau Carteret yang jaraknya sekitar 100 kilometer dari daratan Papua Nugini. Namun, kapal yang mereka gunakan terbalik dalam perjalanan.

    Beberapa anggota kelompok tenggelam, sementara yang selamat dapat memperbaiki perahu dan menyelamatkan diri. Salah satu dari yang selamat adalah Dominic Stally.

    Dominic mengatakan dari delapan korban meninggal, ada yang karena tenggelam atau dehidrasi. "Masih sangat sulit untuk membicarakan (kejadian) itu kembali. Sangat sulit mengingat kembali nasib buruk yang menimpa kami dalam perjalanan," kata Dominic.

    Ia menceritakan betapa mereka semua sangat bersemangat saat hendak berangkat. Dominic mengatakan tak pernah terlintas di benaknya jika ia dan rombongannya akan mengalami kecelakaan.

    Keempat orang tersebut berhasil diselamatkan kru dari sebuah kapal penangkap ikan pada 23 Januari di perairan Kaledonia Baru, yang berjarak hampir 2.000 km dari tempat mereka berangkat. Kelompok ini dirawat sepekan kemudian, sebelum akhirnya dibawa ke Kepulauan Solomon untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

    Dominic mengatakan kelompok mereka melihat kapal lain selama sebulan terapung di laut. Namun, mereka tak bisa memberi tanda meminta tolong kepada kapal.

    "Perahu nelayan melewati kami, tetapi terlalu jauh jaraknya. Kami menyaksikan tak berdaya ketika mereka bergerak semakin menjauh," imbuh dia.

    Untuk bertahan hidup, selama ini keempat korban selamat memakan kelapa yang mengambang di laut. Jika haus, mereka meminum air hujan. "Rasa haus adalah yang paling sulit diatasi. Tapi kami beruntung karena hujan, tak terbayangkan jika hujan tidak turun," serunya.

    Koran Solomon Star melaporkan bahwa korban yang selamat adalah seorang perempuan bersama putrinya yang berusia 12 tahun, seorang pria 20 tahun, dan Dominic. Mereka semua dirawat di Rumah Sakit Rujukan Nasional di Honiara, Kepulauan Solomon.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id