Afghanistan dan Taliban Bertukar Tahanan Demi Dialog Damai

    Willy Haryono - 20 November 2019 12:56 WIB
    Afghanistan dan Taliban Bertukar Tahanan Demi Dialog Damai
    Timothy Weeks (kiri) dan Kevin King dalam sebuah video yang muncul pada 2017. (Foto: BBC)
    Kabul: Kelompok militan Taliban Afghanistan telah membebaskan dua akademisi Barat yang telah ditahan sejak 2016. Sebagai gantinya, Afghanistan membebaskan tiga militan senior Taliban.

    Kevin King asal Amerika Serikat dan Timothy Weeks dari Australia akhirnya dibebaskan Taliban setelah tiga tahun lalu diculik di area luar kampus American University of Afghanistan di Kabul. Keduanya merupakan profesor di universitas tersebut.

    Sementara ketiga militan senior Taliban telah tiba di Qatar sebagai bagian dari perjanjian pertukaran tahanan.

    Dikutip dari BBC, Rabu 20 November 2019, otoritas Afghanistan mengatakan bahwa pertukaran tahanan ini adalah bagian dari upaya menghidupkan kembali dialog damai antara AS dan Taliban. Selama ini, Taliban masih menolak keterlibatan langsung Afghanistan dalam dialog damai.

    Pekan kemarin, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan bahwa keputusan bertukar tahanan dengan Taliban adalah sesuatu yang "berat, namun penting." Menurutnya, pertukaran tahanan ini juga bisa dilihat sebagai sebuah "gestur kemanusiaan."

    Pertukaran tahanan meliputi Anas Haqqani, tokoh pemimpin dan penggalang dana jaringan Haqqani. Dua lainnya adalah komandan senior Taliban, yang selama ini mendekam di penjara Afghanistan.

    Kakak Haqqani, Sirajuddin, memimpin jaringan Haqqani dan juga bertindak sebagai wakil pemimpin Taliban.

    Selain dua profesor Barat, Taliban juga mengumumkan telah membebaskan 10 anggota pasukan keamanan nasional Afghanistan. Taliban menyebut pertukaran tahanan ini "berjalan dengan sukses."

    "Kesepakatan ini adalah langkah positif dalam membangun rasa kepercayaan yang dapat membantu proses perdamaian," ucap pernyataan Taliban.

    Profesor King dan Weeks disergap Taliban dan dimasukkan ke dalam sebuah kendaraan usai meninggalkan kampus pada Agustus 2016. Unit khusus Navy Seals AS berusaha menyelamatkan keduanya beberapa hari usai penyergapan. 

    Namun Weeks, pria asal Wagga Wagga, dan King dari Pennsylvania, telah dipindahkan Taliban beberapa jam sebelum Navy Seals melancarkan operasi.

    Kedua profesor itu kemudian muncul di sebuah video yang dirilis pada Januari 2017. Keduanya memohon bantuan kepada Donald Trump yang saat itu merupakan presiden terpilih AS.

    Selasa kemarin, seorang sumber Taliban di Afghanistan selatan mengatakan kepada BBC bahwa King dan Weeks telah diserahkan ke otoritas Afghanistan di distrik Nawbahar, provinsi Zabul.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id