Indonesia Pulangkan Tiga Balita Telantar dari Taiwan

    Sonya Michaella - 22 September 2019 10:42 WIB
    Indonesia Pulangkan Tiga Balita Telantar dari Taiwan
    Kepala KDEI Taiwan Didi Sumedi (kanan). (Foto: Antarafoto/YUSRAN UCCANG)
    Taipei: Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI telah memfasilitasi pemulangan tiga balita dari Taiwan pada 20 September 2019 lalu.

    “Ketiga balita yang dipulangkan merupakan anak dari PMI perempuan yang bekerja secara tidak resmi di Taiwan. Karena status keimigrasian ibunya tersebut, ketiga balita ini tidak bisa mendapatkan izin tinggal resmi di Taiwan,” kata Kepala KDEI Taiwan Didi Sumedi, dalam keterangan tertulis kepada Medcom.id, Minggu 22 September 2019.

    Selain itu, tiga balita ini juga tidak bisa mendapatkan akses jaminan kesehatan dari otoritas Taiwan. Ketiganya rentan diadopsi secara sepihak karena ketidakjelasan statusnya.

    “Upaya pencegahan di dalam negeri perlu intensif dilakukan, antara lain dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada calon TKI mengenai pentingnya mematuhi hukum negara setempat dan memahami dampak negatif perkawinan tidak resmi terhadap kesejahteraan anak,” ungkap Didi lagi.

    Sesuai amanat UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, KDEI Taipei dan Kementerian Luar Negeri RI membantu memfasilitasi pemulangan mereka ke tanah air.

    Setibanya di Indonesia, ketiga balita tersebut diserahterimakan ke Kementerian Sosial RI untuk selanjutnya menjalani program reintegrasi dengan keluarganya di daerah asal.

    Berdasarkan pemantauan KDEI Taipei, jumlah anak TKI yang lahir di Taiwan terus meningkat. Disinyalir, sebagian besar dari anak-anak tersebut lahir diluar nikah dari ibu WNI tanpa izin tinggal resmi. Kondisi ini menyulitkan pemenuhan hak-hak anak, antara lain identitas diri dan pendidikan.

    Menurut laporan KDEI Taipei, anak-anak TKI tersebut banyak yang dititipkan ke panti asuhan yang sebenarnya bukan penampungan khusus anak. Karena jumlahnya yang terus meningkat, panti asuhan tidak lagi dapat mengakomodir mereka.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id