Satu Orang Tewas dalam Longsor di Kamp Rohingya

    Willy Haryono - 08 Juli 2019 08:03 WIB
    Satu Orang Tewas dalam Longsor di Kamp Rohingya
    Anak-anak Rohingya berjalan di kamp yang terkena longsor di Ukhia, Bangladesh, Minggu 7 Juli 2019. (Foto: AFP/JIJI)
    Dhaka: Satu orang tewas dan 4.500 lainnya kehilangan tempat tinggal dalam musibah tanah longsor di tengah hujan deras di sejumlah kamp pengungsian etnis minoritas Rohingya di Bangladesh.

    Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bangladesh mengatakan hujan deras memicu tanah longsor sejak Sabtu 6 Juli di deretan kamp sekitar Cox's Bazar, yang dihuni lebih dari 900 ribu Rohingya asal Myanmar.

    Dikutip dari Japan Times, Senin 8 Juli 2019, 26 tanah longsor dilaporkan di beberapa titik di kamp Rohingya yang berada dekat perbatasan Myanmar.

    Pejabat agensi pengungsian PBB Areez Rahman mengatakan bahwa sekitar 30 gubuk terkena imbas buruk dari hujan deras. Korban tewas diketahui sebagai seorang wanita berusia 50-an tahun yang terkena tembok roboh di tengah longsor.

    Nur Mohammad, seorang Rohingya berusia 40 tahun dari kamp Kutupalong, mengatakan bahwa 12 kerabatnya telah mengungsi dari tenda mereka yang terkena longsor.

    "Rumah saya sudah terlalu padat. Saya khawatir tidak dapat memberi makan mereka semua," kata Mohammad.

    Otoritas setempat mengatakan sekitar 5.000 Rohingya di area tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar juga terkena dampak buruk hujan deras dan longsor. "Anak-anak mengalami diare, dan kami tidak punya cukup air minum," tutur pemimpin sebuah kamp, Dil Mohammad, kepada media AFP via sambungan telepon.

    Komisioner pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam, mengaku telah mempersiapkan langkah-langkah darurat untuk menanggulangi dampak buruk bencana.

    Pada 2017, hujan badai di kamp pengungsian Rohingya telah menewaskan 170 orang. Tahun lalu, PBB memindahkan 30 ribu Rohingya dari area yang dianggap rentan banjir dan tanah longsor.

    Sekitar 740 ribu Rohingya melarikan diri dari operasi militer Myanmar di Rakhine sejak Agustus 2017. Mereka bergabung dengan 200 ribu Rohingya yang sudah ada di sejumlah kamp di perbatasan Bangladesh.

    Bangladesh ingin merelokasi sekitar 100 ribu pengungsi Rohingya ke sebuah pulau terpencil di Teluk Bengali. Namun hal ini ditentang para pengungsi dan juga sejumlah grup hak asasi manusia.

    Baca: Rohingya Butuh Rasa Aman Kembali ke Myanmar



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id