Didakwa Perkosa WNI, Politikus Malaysia Kecam Polisi

    Fajar Nugraha - 24 Agustus 2019 16:10 WIB
    Didakwa Perkosa WNI, Politikus Malaysia Kecam Polisi
    Anggota Dewan Eksekutif Perak Paul Yong didakwa perkosa WNI. Foto: The Star.
    Ipoh: Anggota Dewan Eksekutif Perak Paul Yong mengecam polisi karena tidak profesional dalam penyelidikan kasus pemerkosaannya. Yong didakwa melakukan pemerkosaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumahnya.

    Baca juga: WNI Diperkosa, KBRI Kuala Lumpur Minta Akses Konsuler.

    Ketika bertemu di luar Pengadilan di Perak, Yong mengatakan polisi telah gagal untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Hal itu Menyebabkan dia didakwa melakukan pemerkosaan.

    "Saya memercayai profesionalisme polisi, tetapi saya tidak senang dengan petugas penyelidik,” ujar Yong, seperti dikutip The Star, Sabtu, 24 Agustus 2019.

    "Saya telah memberikan kerja sama penuh saya bahkan sebelum ketika saya dituntut, dan saya bahkan tidak membuat komentar seperti yang diminta oleh mereka,” ungkapnya.

    "Jika polisi menyelidiki kasus ini secara profesional, saya tidak akan didakwa hari ini," tambahnya.

    Yong juga menyesalkan bahwa surat-surat investigasi juga telah dikembalikan ke polisi oleh Jaksa Agung tiga kali.

    "Mereka juga tidak memanggil saya untuk mendapatkan pernyataan lebih lanjut, yang harus mereka lakukan dan ini adalah kesalahan besar. Mereka hanya mengambil pernyataan dari satu sisi. Investigasi itu harus menyeluruh dan adil," tegas Yong.

    Yong juga mengatakan akan melanjutkan tugasnya sebagai anggota exco negara. "Tentu saja, saya tidak melakukan apa-apa. Saya bukan penjahat," sebutnya.

    Yong, yang adalah anggota majelis Tronoh, mengaku tidak bersalah ketika dakwaan dibacakan di bawah Bagian 376 KUHP di Pengadilan pada Jumat 23 Agustus.

    Menurut lembar tuduhan, Yong diduga melakukan tindakan itu di sebuah kamar di lantai paling atas rumahnya di Taman Meru Desa pada 7 Juli, antara pukul 20:15 dan 21:15.

    Pada 8 Juli, seorang asisten rumah tangga berusia 23 tahun mengajukan laporan polisi yang menyatakan bahwa dia diperkosa oleh Yong,-majikannya,- di rumahnya di Meru.

    Baca juga: WNI Korban Pemerkosaan di Malaysia Trauma.

    Yong, yang bertanggung jawab atas Perumahan negara, Pemerintah Daerah, Transportasi Umum, Non-Islam dan Komite Urusan Desa, telah membantah melakukan kesalahan.

    Secara terpisah, Mentri Besar Perak Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu mendesak Yong untuk pergi cuti sampai persidangan pemerkosaannya selesai. Namun imbauan cuti itu ditolak mentah-mentah oleh Yong.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id