Wabah Pneumonia di Tiongkok, KBRI Imbau WNI Waspada

    Marcheilla Ariesta - 16 Januari 2020 12:39 WIB
    Wabah Pneumonia di Tiongkok, KBRI Imbau WNI Waspada
    Warga Wuhan di Provinsi Hebei gunakan masker sebagai antisipasi wabah pneumonia. Foto: AFP
    Tiongkok: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk waspada terhadap penyakit pneumonia. Pasalnya penyakit ini tengah menjadi endemik di wilayah Provinsi Hubei, Tiongkok.

    "Sejauh ini berdasarkan pemantauan KBRI Beijing, tidak terdapat masyarakat Indonesia yang terjangkit penyakit pneumonia dimaksud, baik di Wuhan maupun di daerah lainnya," kata KBRI Beijing dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Kamis 16 Januari 2020.

    Sehubungan dengan banyaknya kasus pneumonia di Beijing, KBRI mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan kondisi kesehatan. Masyarakat diminta untuk segera melakukan konsultasi medis apabila merasa tidak sehat dan menunjukkan gejala-gejala demam, batuk dan sulit bernafas.

    WNI juga diminta untuk menghindari kontak dengan hewan hidup, termasuk unggas dan burung. Masyarakat Indonesia juga diminta menghindari konsumsi daging mentah dan kurang matang.

    "Menghindari berkunjung ke pasar ikan atau makanan laut, atau tempat penjualan hewan hidup," kata KBRI Beijing.

    WNI diimbau untuk menghindari berinteraksi dengan orang yang memiliki gejala pneumonia. Selain itu, WNI juga diminta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker bila batuk dan pilek, serta menutup mulut dengan tisu saat batuk dan bersin.

    Di dalam negeri sendiri, pemerintah mengantisipasi wabah pneumonia misterius masuk ke Indonesia. Tipe baru virus sindrom pernapasan akut berat (SARS) ini bermula dari Tiongkok.

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal memperketat pengawasan di pintu masuk bandara dan pelabuhan. Para petugas bakal menggencarkan pemeriksaan pengunjung.

    "Mereka menggunakan thermo scan, alat-alat detektor dan sebagainya, terutama untuk mengantisipasi masuknya virus yang sekarang baru merebak di Wuhan (Tiongkok), dan sekarang ketemu lagi di Thailand," kata Terawan di Istana Negara Rabu, 14 Januari 2020.

    Wabah pneumonia misterius di Tiongkok sempat memicu kekhawatiran karena terkait SARS. Sindrom itu telah menewaskan 349 orang di Tiongkok dan 299 di Hong Kong lebih dari satu dekade lalu.

    Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah ini diakibatkan tipe baru dari koronavirus. Wabah misterius ini pertama kali dikonfirmasi Tiongkok pada Selasa, 31 Desember 2019, di Wuhan.
     
    Komisi Kesehatan Kota Wuhan menyebut sebagian besar pasien wabah misterius ini berprofesi sebagai operator bisnis di pasar makanan laut di Wuhan. Pasar tersebut telah ditutup pada Rabu, 1 Januari 2020, usai wabah menjangkit.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id