Presiden Afghanistan Kesal Taliban Tolak Gencatan Senjata

    Willy Haryono - 21 September 2019 18:32 WIB
    Presiden Afghanistan Kesal Taliban Tolak Gencatan Senjata
    Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. (Foto: AFP)
    Kabul: Bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengaku kesal karena kelompok militan Taliban menolak gencatan senjata dan terus melancarkan aksi brutal yang menewaskan banyak korban.

    Dalam sebuah pidato di televisi nasional, Presiden Ghani menilai aksi kekerasan yang terus melanda negaranya hingga saat ini terjadi karena Taliban tidak mau menerima gencatan senjata.

    "Jika Taliban sepakat untuk berdamai, kami tidak mau melanjutkan perang ini, bahkan untuk satu hari pun," ungkap Presiden Ghani, dilansir dari laman Anadolu Agency, Sabtu 21 September 2019.

    "Saya sekali lagi mengatakan bahwa Taliban yang menolak gencatan senjata, bertanggung jawab atas pembunuhan aksi kekerasan di negara ini," lanjutnya.

    Sebelumnya pada bulan ini, beberapa jam usai Presiden Amerika Serikat membatalkan dialog dengan Taliban, Presiden Ghani menyatakan bahwa "perdamaian yang sesungguhnya" baru dapat terwujud jika Taliban menyepakati gencatan senjata dan dialog langsung dengan Pemerintah Afghanistan.

    Ghani, yang mengkhawatirkan kerangka perjanjian damai antara AS dan Taliban, mengaku akan terus bekerja sama dengan Washington dan mitra lainnya dalam mendorong perdamaian di Afghanistan.

    Kerangka perjanjian damai antara AS dan Taliban mengatur mengenai penarikan pasukan Negeri Paman Sam dari Afghanistan. Sebagai gantinya, Taliban akan memberikan jaminan keamanan di Afghanistan.

    Namun perjanjian damai tersebut tak pernah terwujud usai Trump secara mendadak membatalkan negosiasi dengan Taliban. Trump mengaku membatalkannya karena serangan Taliban di Kabul telah menewaskan 12 orang, salah satunya adalah seorang prajurit AS.

    "Jika mereka tidak mau menyepakati gencatan senjata dalam dialog damai ini, dan bahkan membunuh 12 orang tak berdosa, maka mereka (Taliban) mungkin tidak punya daya tawar untuk menegosiasikan perjanjian apapun," ungkap Trump.

    Pernyataan Trump disampaikan beberapa hari usai Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad "secara prinsip" telah menyepakati perjanjian damai dengan Taliban.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id