Usai Kunduz, Taliban Serang Kota Lain di Afghanistan

    Arpan Rahman - 01 September 2019 16:02 WIB
    Usai Kunduz, Taliban Serang Kota Lain di Afghanistan
    Kelompok militan Taliban. (Foto: AFP/STR)
    Pul-e-Khumri: Kelompok militan Taliban menyerang kota Pul-e-Khumri di provinsi Baghlan, Afghanistan, Minggu 1 September 2019 dini hari waktu setempat. Serangan dilakukan satu hari usai Taliban membunuh sepuluh polisi di kota Kunduz.

    Menurut laporan reporter TOLOnews, Sharif Amiry, serangan Taliban di Pul-e-Khumri terjadi pukul 01.00 waktu setempat. Baku tembak antara Taliban dan pasukan keamanan terus berlangsung hingga pagi hari.

    "Warga mengatakan beberapa orang dekat lokasi pertempuran memilih meninggalkan rumah mereka. Arus lalu lintas terganggu akibat serangan ini," kata Amiry.

    Sejumlah sumber mengatakan awal serangan Taliban terjadi di Band-e-Do dan Dewar-e-Madan yang berada dekat dengan pusat kota Pul-e-Khumri.

    "Serangan Taliban kali ini tidak seperti di Kunduz. Mereka bersembunyi di dua area di dalam kota (Pul-e-Khumri)," sebut pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

    Sabtu kemarin, Taliban menyerang kota Kunduz dari empat arah pada dini hari. Bentrokan antar militan dan petugas keamanan pun tak terhindarkan, dan berlangsung selama berjam-jam.

    Usai serangan Taliban, pelaksana tugas Menteri Pertahanan dan juga Dalam Negeri -- Assadullah Khalid dan Massoud Andarabi -- tiba di kota Kunduz pada Sabtu malam. Keduanya datang untuk memimpin operasi pembasmian Taliban.

    Pada Minggu pagi, kota Kunduz sudah bersih dari militan dan aktivitas warga berangsur normal. Kemendagri Afghanistan berjanji akan mengumumkan angka pasti korban tewas dan luka dalam serangan Taliban di Kunduz.

    Menurut data Misi Asistensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA), lebih dari 1.500 warga sipil tewas atau terluka dalam konflik di negara tersebut sepanjang Juli 2019. Ini merupakan angka korban tewas tertinggi dari kalangan warga sipil di Afghanistan sejak Mei 2017.
     
    Meningkatnya angka korban jiwa, yang sebagian besar diakibatkan tingginya intensitas serangan Taliban dan kelompok "anti-pemerintah lainnya," berlangsung di tengah dialog damai di Doha. Dialog berlangsung antara Amerika Serikat dan Taliban. Kedua kubu mengatakan sudah berada di "ambang batas menuju kesepakatan final."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id