Indonesia Maju Jika tak Kekurangan Wirausaha

    Marcheilla Ariesta - 25 November 2019 17:40 WIB
    Indonesia Maju Jika tak Kekurangan Wirausaha
    Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro (Foto:Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
    Jakarta: Indonesia sudah mempunyai semua elemen untuk menjadi negara maju. Namun, Indonesia masih kekurangan entrepeneur.

    "Kalau tidak mampu menambah jumlah dan kualitas maka sulit Indonesia jadi negara maju, seperti yang dilakukan Korea Selatan, Tiongkok di masa lalu," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, dalam kegiatan Kemlu for Startup: Menarik Investasi Modal Ventura Lokal dan Internasional, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin 25 November 2019.

    Padahal, sambung Bambang, Indonesia punya sumber daya yang cukup untuk menjadi negara maju. Makanya Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong startup lebih banyak untuk menambah jumlah pengusaha.

    "Indonesia saat ini kalau dilihat perusahaan terbesar belum didominasi oleh startup," terangnya.

    Namun, ia berharap 50 tahun ke depan generasi muda Indonesia sudah mengisi startup dunia. Menurut dia, saat ini startup berhadapan dengan revolusi baru, yakni revolusi industri 4.0.

    "Kita tidak boleh menjadi pemain pasif, apalagi menjadi konsumen atau jadi hype tanpa beradaptasi dengan baik," tegasnya.

    Bambang mengungkapkan saat ini ada 749 startup dan 558 pre-startup di Indonesia. Dia berharap angka tersebut lebih besar ke depannya.

    "Peran startup lebih strategis untuk visi Indonesia Maju 2045," pungkasnya.




    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id