Kemenlu: Benny Wenda Terlibat Kasus Kekerasan di Papua

    Marcheilla Ariesta - 18 Juli 2019 18:04 WIB
    Kemenlu: Benny Wenda Terlibat Kasus Kekerasan di Papua
    Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah (Foto:Medcom.id/Marcheilla)
    Jakarta: Kementerian Luar Negeri menyatakan tokoh separatis Papua, Benny Wenda, bertanggung jawab atas kasus kekerasan di Papua. Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, mengatakan catatan mengenai status Benny Wenda berasal dari kepolisian.

    "Yang bersangkutan tidak hanya terlibat dalam kasus kekerasan yang dialami polisi di Abepura itu. Namun yang paling penting kalau kita lihat belakang ini pernyataan yang dikeluarkan, dia mengkaitkan dirinya bertanggung jawab atas perjuangan politik dan bersenjata yang dilakukan di Papua," kata Faizasyah di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

    "Dengan demikian, ini menjadikan dasar bahwa dia bertanggung jawab atas aksi-aksi kekerasan dan tindakan pelanggaran hukum yang terjadi dan dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua," imbuhnya.

    Faizasyah menuturkan, bukti ini menjadi rujukan yang sudah disampaikan Pemerintah Inggris kepada pihak Oxford. Dia menambahkan bahwa pihak Oxford ditekan untuk bisa melihat ada satu korelasi kekerasan di Papua yang berkaitan dengan Benny Wenda.

    "Jadi, keterhubungan ini yang kita sampaikan ke pihak Oxford. Walaupun dalam prakteknya mereka memiliki pendekatan berbeda dalam suatu permasalahan," tutur dia.

    Faizasyah mengaku status Benny Wenda tidak bisa diverifikasi. Menurutnya, Benny Wenda melarikan diri dari Indonesia dan mendaftarkan diri sebagai pengungsi.

    "Jadi ada satu konvensi atau ketentuan internasional yang berlaku atas dirinya," imbuh Faizasyah.

    Nama Benny Wenda ramai dibicarakan karena menerima penghargaan dari Dewan Kota Oxford. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi karena menyerukan perdamaia dalam demokrasi.

    Namun, hal ini ditentang pemerintah Indonesia. Pasalnya, Benny Wenda merupakan orang yang sering menyerukan agar Papua merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. 



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id