Ribuan Orang Demo di Sydney di Tengah Kebakaran Hutan

    Arpan Rahman - 12 Desember 2019 17:03 WIB
    Ribuan Orang Demo di Sydney di Tengah Kebakaran Hutan
    Protes warga Australia mengenai kebakaran hutan. Foto: EPA
    Sydney: Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Sydney untuk menuntut tindakan segera terhadap perubahan iklim. Di tengah musim kebakaran ekstrem yang telah membawa kabut asap berbahaya ke kota ini.

    Aksi itu terjadi sehari setelah kabut tebal menyebabkan kekacauan di kota pelabuhan, memicu alarm asap, dan jarak pandang terganggu.

    Para pengunjuk rasa, banyak yang memakai masker wajah, menuduh pemerintah tidak bertindak.

    Tetapi pemerintah Australia mempertahankan kebijakannya dan berpendapat bahwa perubahan iklim tidak semata-mata untuk disalahkan.

    "Tentu saja perubahan iklim adalah faktor, tidak ada pertanyaan, tetapi juga penting untuk dicatat bahwa sebagian besar kebakaran ini disebabkan oleh 'Little Lucifer'," kata Wakil Perdana Menteri Michael McCormack kepada ABC, merujuk pada pelaku pembakaran.

    Pengorganisir memperkirakan sekitar 20.000 orang bergabung dalam pawai protes Rabu. Mereka menuduh pemerintah beruntun gagal mengatasi ‘pendekatan darurat iklim’.

    "Sekarang hasilnya: kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kebakaran hutan, dan sekarang krisis kesehatan besar-besaran, dengan jutaan tersedak, tanpa jalan keluar, dan konsekuensi parah bagi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang masyarakat," tulis mereka di laman Facebook untuk acara tersebut.

    Para pengunjuk rasa mengangkat sejumlah tanda dan berteriak-teriak saat mereka berkumpul di luar Balai Kota Sydney.

    "Mereka (pemerintah) yang harus disalahkan karena kota terbesar kita diracuni dan bukannya mengambil tindakan yang berarti, mereka lebih cepat melacak tambang batu bara baru," Chloe Rafferty, pengorganisir untuk kelompok Uni Students for Climate Change yang berpawai, mengatakan kepada Kantor berita Inggris.

    "Kami di sini karena kami peduli dengan masa depan anak-anak kami dan anak-anak mereka. Kami akan mengirim pesan kepada para pemimpin kami di negara kami: bahwa kami sekarang akan berdiri untuk mengatakan bahwa kami ada di sini dan kami sudah merasa cukup," kata pedemo lain, dinukil dari BBC, Rabu 11 Desember 2019.

    Kebakaran hutan berkecamuk selama beberapa pekan di Australia, menewaskan enam orang, menghancurkan lebih dari 700 rumah, dan membakar jutaan hektar tanah.

    Api telah membawa tingkat kualitas udara ‘berbahaya’ ke Sydney. Kabut asap pada Selasa digambarkan oleh banyak orang sebagai yang paling tebal menyelimuti kota di tengah krisis kebakaran tahun ini.

    Beberapa warga melaporkan masalah pernapasan dan mengatakan mereka ‘tercekik’ oleh asap. Penduduk Sydney juga menghadapi pembatasan air terberat kota ini dalam lebih dari satu dekade di tengah kekeringan parah.

    Australia memiliki salah satu tingkat emisi gas rumah kaca per kapita tertinggi di dunia karena sebagian besar bergantung pada pembangkit listrik tenaga batu bara.

    Pada Juni, pemerintah memberikan persetujuan akhir buat konstruksi untuk memulai tambang batu bara yang kontroversial di negara bagian Queensland. Juru kampanye lingkungan mengatakan mereka khawatir hal itu akan membuka jalan bagi enam tambang lainnya disetujui di daerah tersebut.

    Di bawah perjanjian iklim Paris, Australia telah berjanji mengurangi emisi sebesar 26 persen menjadi 28 persen pada tingkat 2005 di tahun 2030.

    Tetapi sementara Perdana Menteri Scott Morrison sudah menegaskan kembali komitmen pemerintah buat memenuhi target ini, PBB tahun lalu memperingatkan bahwa mereka tidak berada di jalur yang tepat untuk melakukannya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id