Taiwan Usir Turis Tiongkok Perusak 'Tembok Lennon'

    Willy Haryono - 09 Oktober 2019 10:37 WIB
    Taiwan Usir Turis Tiongkok Perusak 'Tembok Lennon'
    Warga beraktivitas di dekat Tembok Lennon di Hong Kong, 28 September 2019. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
    Taipei: Taiwan telah mengusir seorang turis Tiongkok perusak "Tembok Lennon" yang dibangun sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan demokrasi di Hong Kong. Pengusiran wisatawan ini kemungkinan akan membuat Tiongkok geram.

    Aktivis pro-demokrasi Hong Kong telah membangun "Tembok Lennon" yang dipenuhi memo berwarna-warni, poster serta slogan di seantero kota semi-otonom tersebut. Tidak hanya di Hong Kong, para aktivis juga mendirikannya di Taiwan -- sebagian besar di sejumlah universitas.

    Sejak gerakan pro-demokrasi di Hong Kong bergulir sekitar empat bulan lalu, sekelompok warga di Taiwan memperlihatkan dukungannya.

    Seorang turis Tiongkok, diidentifikasi sebagai Li Shaodong, dideportasi dari Taiwan pada Selasa 8 Oktober malam atas tuduhan melakukan "aktivitas kriminal" usai tertangkap tangan tengah merobek sejumlah poster dari "Tembok Lennon" di Taipei.

    "Pemerintahan kami tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan ilegal yang merusak demokrasi serta kebebasan," ujar Agensi Keimigrasian Nasional Taiwan, disitat dari AFP, Rabu 9 Oktober 2019.

    Li kini dilarang mengunjungi Taiwan hingga lima tahun ke depan. Pengusiran ini diyakini sebagai deportasi pertama dari Taiwan terkait gerakan protes pro-demokrasi di Hong Kong.

    Sejak berakhirnya perang sipil pada 1949, Taiwan telah menjalankan pemerintahannya sendiri. Namun Tiongkok memandang pulau tersebut sebagai bagian dari wilayah mereka, dan bertekad akan menyatukannya kembali di masa mendatang -- dengan kekuatan militer jika diperlukan.

    Hubungan Taiwan dan Tiongkok memburuk sejak Tsai Ing-wen terpilih menjadi presiden pada 2016. Ia menegaskan, pemerintahannya menolak mengakui Taiwan sebagai bagian dari "Satu Tiongkok."

    Tsai pernah menyerukan kepada semua pihak untuk tidak "mengganggu demokrasi dan aturan hukum di Hong Kong."

    Sebuah gerakan solidaritas untuk Hong Kong digelar di Taiwan bulan lalu. Acara berlangsung relatif damai, namun bintang pop Hong Kong Denise Ho dilempar cat merah oleh seseorang tak dikenal saat dirinya berbicara dengan awak media.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id