WHO Nilai Indonesia Siap Respons Virus Korona nCoV

    Marcheilla Ariesta - 28 Januari 2020 14:34 WIB
    WHO Nilai Indonesia Siap Respons Virus Korona nCoV
    Perwakilan WHO untuk Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, di Kemenlu RI, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
    Jakarta: Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, menilai Indonesia siap merespons penyebaran virus korona tipe noVel Coronavirus (2019-nCoV). Ia mengatakan berbagai fasilitas yang dihadirkan RI di berbagai titik masuk negara sudah memadai.

    "Anda memiliki sistem peringatan dan respons dini yang berfungsi baik di negara ini. Anda memiliki ratusan fasilitas di berbagai wilayah yang dapat mengakses kasus rujukan, dan mengelolanya dengan cara yang sangat tepat," kata Paranietharan di Jakarta, Selasa 28 Januari 202o.

    Ia menambahkan, kebijakan Indonesia dalam melakukan langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus korona nCoV sudah tepat. Menurutnya, Indonesia saat ini hanya perlu memperkuat langkah-langkah yang sudah dilakukan tersebut.

    Parnietharan mengonfirmasi bahwa WHO memang belum mendeklarasikan status darurat virus korona. Ia menyebut status darurat baru bisa dideklarasikan setelah WHO menerima cukup informasi terkait virus korona nCoV.

    "Tapi komite WHO akan kembali melakukan pertemuan lanjutan. Mereka akan mengulas informasi dan data-data terkini. Setelah itu, mereka akan memutuskan apakah akan mendeklarasikan virus korona sebagai darurat kesehatan publik atau tidak," imbuhnya.

    Virus korona nCoV telah menyebar dengan sangat cepat. Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan akhir tahun lalu, virus ini sudah menelan 106 korban jiwa dan menginfeksi lebih dari 4.000 orang.

    Tak hanya itu, kasus terinfeksi juga sudah dikonfirmasi di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Australia dan lainnya.

    Pemerintah Tiongkok bahkan telah menutup 15 titik di Provinsi Hubei, termasuk kota Wuhan. Seluruh warga di kota dengan populasi 11 juta jiwa tersebut tidak diizinkan keluar.

    Terdapat sekitar 100 warga negara Indonesia (WNI) di wilayah Wuhan yang hingga saat ini belum bisa dievakuasi. Mayoritas dari mereka merupakan pelajar yang menempuh pendidikan di kota tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id