ISIS Klaim Ledakan di Pesta Pernikahan Afghanistan

    Willy Haryono - 19 Agustus 2019 09:51 WIB
    ISIS Klaim Ledakan di Pesta Pernikahan Afghanistan
    Seorang pria terlihat dari balik kaca pecah di gedung aula di Kabul, Afghanistan, yang menjadi target serangan bom pada Sabtu 17 Agustus 2019. (Foto: AFP/WAKIL KOHSAR)
    Kabul: Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom yang menewaskan 63 orang dan melukai 182 lainnya di sebuah pesta pernikahan di Kabul, Afghanistan, pada Sabtu 17 Agustus.

    Klaim disampaikan grup terafiliasi ISIS satu hari usai ledakan. Dalam keterangan di sebuah situs terafiliasi grup ekstremis, disebutkan bahwa militan ISIS Pakistan memang sengaja menyerang sebuah acara perkumpulan Muslim Syiah di Kabul.

    Grup tersebut juga mengklaim adanya sebuah bom mobil usai ledakan di pesta pernikahan. Namun otoritas Kabul tidak mengonfirmasi hal tersebut.

    Pelaku meledakkan bom di dekat panggung tempat para musisi sedang memainkan sebuah lagu. "Semua pemuda, anak-anak dan orang di sekitar (panggung) tewas," ucap Gul Mohammad, seorang saksi mata, dilansir dari laman CBS News, Minggu 18 Agustus 2019.

    Ahmad Omid, seorang korban selamat, mengatakna bahwa pesta pernikahan sepupu ayahnya itu dihadiri sekitar 1.200 tamu undangan. "Saya sedang bersama pengantin saat ledakan terdengar. Semua orang tergeletak di lantai aula," tutur Ahmad.

    Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengonfirmasi angka kematian beberapa jam usai ledakan. Rangkaian foto di media sosial memperlihatkan sejumlah korban tewas di aula pernikahan, di antara baku dan meja yang berserakan di lantai.
     
    Pernikahan di Afghanistan biasanya melibatkan ratusan tamu yang berkumpul di aula besar. Dalam budaya Afghanistan, tamu pria dan wanita biasanya ditempatkan di ruangan berbeda.

    Juru bicara Taliban mengaku tidak terlibat dalam ledakan dan justru "mengutuk keras" serangan tersebut.
     
    "Tidak ada hal yang dapat membenarkan serangan brutal terhadap wanita dan anak-anak seperti itu," tutur Zabiullah Mujaheed dalam keterangan tertulis kepada media.
     
    Serangan terluka terjadi 10 hari usai bom besar meledak di luar kantor polisi di Kabul. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai hampir 150 lainnya. Taliban mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id