Capres Afghanistan Boikot Proses Penghitungan Ulang

    Willy Haryono - 10 November 2019 17:19 WIB
    Capres Afghanistan Boikot Proses Penghitungan Ulang
    Capres Afghanistan Abdullah Abdullah dalam wawancara bersama AFP di Kabul, 5 November 2019. (Foto: AFP/WAKIL KOHSAR)
    Kabul: Calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah secara sepihak menarik tim pengawasnya dari proses penghitungan ulang suara, Minggu 10 November 2019. 

    Pemilu Afghanistan telah digelar pada 28 September, namun pengumuman hasilnya terus ditunda karena adanya tuduhan kecurangan atau kesalahan teknis.

    Dilansir dari ABC News, Abdullah menegaskan hasil penghitungan ulang suara hari ini tidak sah jika tim pengawasnya tidak berada di lokasi. Proses penghitungan ulang ini diadakan oleh Komisi Pemilu Independen Afghanistan (IEC).

    Abdullah adalah mitra dari pemerintahan bersatu Afghanistan yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani. Ghani adalah rival utama Abdullah.

    Sejauh ini Ghani tidak menarik tim pengawasnya dari proses penghitungan ulang. Namun sejumlah kandidat lain selain Abdullah juga mengekspresikan rasa frustrasi mereka atas penghitungan ulang ini.

    IEC menyebut hasil awal pemilu akan diumumkan pada tanggal 14 November mendatang.

    Pemilu Afghanistan hanya diikuti sekitar dua juta orang atau 20 persen dari total pemilih terdaftar pada Sabtu 28 September.

    Menurut data IEC, lebih dari 9,6 juta dari total 35 juta warga Afghanistan telah terdaftar sebagai pemilih resmi. Sepertiga dari total pemilih terdaftar itu adalah wanita.

    Meski penyelenggaraan pemilu dikawal ketat aparat keamanan, kelompok pemberontak Taliban telah melancarkan rangkaian serangan di sejumlah tempat pemungutan suara di Afghanistan.
     
    Data awal IEC memperlihatkan bahwa hanya ada 1,1 juta orang yang menggunakan hak pilih mereka berdasarkan akumulasi suara dari separuh total TPS di seantero Afghanistan.
     
    Jika tren keikutsertaan pemilih ini berlanjut, maka tingkat partisipasi warga Afghanistan dalam pemilu dapat berada di bawah 25 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dari tiga pilpres sebelumnya di Afghanistan.
     
    Walau tingkat partisipasi relatif rendah, Pemerintah Afghanistan mengklaim pemilu berjalan sukses karena Taliban gagal melancarkan serangan berskala besar.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id