• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Indonesia Diminta Ikuti Jejak Malaysia Hapus Hukuman Mati

Sonya Michaella - 12 Oktober 2018 16:20 wib
Ilustrasi medcom.
Ilustrasi medcom.

Jakarta: Malaysia akhirnya memutuskan untuk menghapus hukuman mati. Rancangan Undang-Undang (RUU) dari rencana tersebut kini sedang digodok dan pekan depan akan diserahkan ke Parlemen.

Rencana Malaysia ini dianggap dapat menyelamatkan sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terancam hukuman mati. Saat ini, terhitung ada 188 TKI dan TKW yang terancam hukuman mati di Negeri Jiran. 

Amnesty Internasional Indonesia pun mendorong Indonesia agar menghapus hukuman mati seperti yang Malaysia lakukan. Salah satu langkah awalnya adalah membuka komunikasi dengan Malaysia terkait isu ini.

"Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebaiknya segera membuka komunikasi dengan Parlemen Malaysia yang akan memproses proposal penghapusan hukuman mati sebagaimana yang telah diajukan pemerintah setempat," kata Direktur AI Indonesia Usman Hamid dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Jumat 12 Oktober 2018.

Baca: Malaysia Segera Hapus Hukuman Mati

Hasil komunikasi antara Komisi I dengan Parlemen Malaysia bisa dijadikan dasar dalam mendorong Komisi III untuk memulai proses serupa di DPR RI.

"Jika di Malaysia inisiatif tersebut datang dari pemerintah, maka di Indonesia bisa sebaliknya, yaitu DPR menjadi inisiator penghapusan hukuman mati bagi semua kejahatan," lanjut dia.

Penghapusan hukuman mati di Indonesia dinilai akan mendapatkan apresiasi tinggi dari dunia internasional sekaligus memudahkan diplomasi Kementerian Luar Negeri RI dalam membebaskan WNI yang terancam hukuman mati di negara lain. 

Sehari setelah pengumuman Malaysia tersebut, negara bagian Washington di Amerika Serikat juga turut menghapuskan hukuman mati setelah Mahkamah Agung setempat menyatakan hukuman mati melanggar Konstitusi Amerika. 


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.