Tiongkok Sebut Pneumonia Misterius Menyebar ke Beijing

    Willy Haryono - 20 Januari 2020 08:32 WIB
    Tiongkok Sebut Pneumonia Misterius Menyebar ke Beijing
    Salah satu stasiun kereta di Beijing, Tiongkok, yang ramai didatangi calon penumpang di momen liburan Hari Raya Imlek, Sabtu 18 Januari 2020. (Foto: AFP/NOEL CELIS)
    Beijing: Otoritas kesehatan Tiongkok melaporkan bahwa penyakit pneumonia misterius yang diakibatkan virus mirip SARS telah menyebar ke seantero negeri, termasuk ke ibu kota Beijing, Senin 20 Januari 2020. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam karena jutaan warga Tiongkok mulai melakukan perjalanan pulang kampung di momen liburan Hari Raya Imlek.

    Dikutip dari AFP, Tiongkok juga mengonfirmasi pasien ketiga yang meninggal dunia akibat pneumonia misterius. Jumlah kasus yang terdeteksi juga kini mencapai hampir 140.

    Tipe baru dari coronavirus ini mengkhawatirkan karena keterkaitannya dengan SARS atau Sindrom Pernapasan Akut. SARS telah menewaskan hampir 650 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada periode 2002-2003.

    Varian baru coronavirus ini pertama kali terdeteksi di kota Wuhan. Sepanjang akhir pekan kemarin, otoritas Wuhan mencatat ada 136 terduga pasien pneumonia misterius.

    Sementara di Beijing, otoritas setempat mengatakan dua orang yang sempat pergi ke Wuhan tengah dirawat atas keluhan pneumonia. Keduanya dilaporkan berada dalam kondisi stabil.

    Di Guangdong, pria berusia 66 tahun dikarantina sejak 11 Januari karena mengalami demam dan gejala lainnya setelah mengunjungi keluarga di Wuhan.

    Total 201 orang di Tiongkok saat ini didiagnosis terjangkit varian baru coronavirus. Di Wuhan, 170 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk sembilan yang berada dalam kondisi kritis.

    Wuhan adalah kota berpenduduk 11 juta jiwa, dan merupakan salah satu yang banyak dilewati masyarakat Tiongkok di momen Hari Raya Imlek.

    Sementara itu, Profesor Neil Ferguson dari Imperial College London mengestimasi angka kasus pneumonia misterius di Tiongkok jauh lebih tinggi data resmi, yakni mendekati 1.700. Ia mendasarkan estimasinya usai menerima laporan kemunculan dua kasus pneumonia misterius di Thailand dan satu di Jepang.

    "Dengan adanya tiga kasus di negara lain, maka kemungkinan ada lebih banyak kasus dari yang telah dilaporkan sejauh ini," kata Profesor Ferguson.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id