Korut Minta Jaminan Keamanan untuk Dialog Nuklir

    Medcom - 16 September 2019 20:02 WIB
    Korut Minta Jaminan Keamanan untuk Dialog Nuklir
    Presiden AS Donald Trump (kiri) saat bersama pemimpin Korut Kim Jong-un di DMZ. (Foto: AFP)
    Seoul: Korea Utara meminta Amerika Serikat menyuguhkan jaminan keamanan sebagai sebuah prasyarat untuk melanjutkan dialog nuklir yang saat ini menemui jalan buntu. Pernyataan ini memunculkan sedikit harapan mengenai berlanjutnya kembali negosiasi denuklirisasi Semenanjung Korea yang tengah diupayakan AS dan Korut.

    Negosiasi antara Pyongyang dan Washington terhenti walau Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un telah tiga kali bertemu.

    Dalam pertemuan ketiga di Zona Demiliterisasi atau DMZ, Trump dan Kim sepakat akan menghidupkan kembali pertemuan resmi dua negara usai Konferensi Tingkat Tinggi di Singapura dan Vietnam berakhir tanpa perjanjian.

    Pekan kemarin, Korut sempat menawari AS untuk melanjutkan dialog nuklir pada akhir September. AS menyambut baik tawaran tersebut, dan menilainya sebagai sebuah langkah positif.

    Namun beberapa jam usai tawaran dilayangkan, Korut meluncurkan sejumlah misil balistik dalam sesi uji coba.

    "Diskusi mengenai denuklirisasi mungkin bisa dimulai kembali saat ancaman terhadap sistem keamanan kami sudah benar-benar disingkirkan," ujar seorang pejabat senior dari Kementerian Luar Negeri Korut, dilansir dari laman AFP, Senin 16 September 2019.

    Selama ini Korut berkukuh bahwa jaminan keamanan adalah bagian penting dari perjanjian apapun terkait denuklirisasi. Namun Korut belum pernah menjadikan jaminan keamanan sebagai prasyarat dalam negosiasi.

    Seorang direktur jenderal di Kemenlu AS mengatakan bahwa pertemuan dengan Korut mungkin akan digelar dalam "beberapa pekan ke depan."

    Sebelumnya, Trump beberapa kali mengklaim hubungannya dengan Kim baik-baik saja, terlepas dari mandeknya negosiasi kedua negara. Ia bahkan mengaku selalu bertukar surat dengan Kim.

    Menurut laporan surat kabar JoongAng Ilbo asal Korea Selatan, surat yang dikirim Kim berisi undangan kepada Trump untuk mengunjungi Pyongyang. Surat itu merupakan kelanjutan dari undangan langsung yang disampaikan Kim kepada Trump saat keduanya bertemu di DMZ.

    Penulis: Rifqi Akbar



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id