Aung San Suu Kyi Hadapi Pengadilan Internasional Soal Rohingya

    Marcheilla Ariesta - 21 November 2019 16:34 WIB
    Aung San Suu Kyi Hadapi Pengadilan Internasional Soal Rohingya
    Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi. (Foto: AFP).
    Yangon: Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi memimpin delegasi negaranya menghadapi tuduhan genosida di pengadilan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Baik militer dan pemerintah sipil sama-sama berada di belakang Suu Kyi.

    "Kami bekerja sama dalam kasus ini dan para ahli hukum kami juga akan bekerja sama," kata juru bicara militer Zaw Min Tun, dilansir dari Straits Times, Kamis, 21 November 2019.

    Dalam langkah mengejutkan, kantor Penasihat Negara Myanmar mengumumkan Suu Kyi akan melakukan perjalanan ke Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag.

    Negara Afrika Barat, Gambia, akan membuka kasusnya di ICJ pada Desember mendatang atas nama 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Negara mayoritas Muslim ini menuduh Myanmar melanggar Konvensi Genosida 1948 atas tindakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar pada etnis Rohingya.

    Kasus Rohingya ini akan menjadi kasus ICJ pertama yang dihadapi Myanmar. Pengamat politik Soe Myint Aung mengatakan dia tidak berpikir Suu Kyi akan menuju Den Haag atas perintah militer.

    "Saya tidak terpikir dia akan ke sana atas perintah militer, meskipun dia mungkin berharap mereka (militer) akan membalas tindakan niat baiknya," tutur Soe.

    Meski demikian, banyak yang memuji keputusannya. Bahkan, pendukungnya merencanakan aksi solidaritas.

    "Pemimpin kami menunjukkan keberanian dengan mengambil tanggung jawab," seru Myo Nyunt, juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dibawahi Suu Kyi.

    Sekitar 740 ribu warga etnis Rohingya melarikan diri melewati perbatasan ke kamp-kamp pengungsi Bangladesh. Insiden ini terjadi kala adanya laporan kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar.

    Para pengungsi mengatakan mereka dibunuh, diperkosa, dan rumah-rumah mereka dibakar. Penyelidik PBB mengatakan tindakan militer Myanmar sebagai genosida etnis.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id