Tiongkok Habis-habisan Redam Wabah Virus Korona

    Fajar Nugraha - 23 Januari 2020 11:52 WIB
    Tiongkok Habis-habisan Redam Wabah Virus Korona
    Warga Tiongkok gunakan masker hindari Virus Korona. Foto: AFP
    Wuhan: Wakil Perdana Menteri Tiongkok Sun Chunlan menyerukan upaya habis-habisan untuk meredam wabah Virus Korona baru di Wuhan, Provinsi Hubei.

    Chunlan sempat melakukan tur inspeksi ke kota yang menjadi pusat wabah. Dia mengunjungi titik masuk dan keluar dari Bandara Internasional Wuhan, Tianhe, serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Hubei.

    Selama melakukan kunjungan, Chunlan diberi laporan terperinci tentang deteksi sumber penyakit deteksi, situasi wabah, penelitian ilmiah dan persediaan persediaan darurat.

    “Pihak berwenang setempat untuk memfokuskan upaya mereka dalam menerapkan langkah-langkah paling ketat untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran virus ke wilayah lain,” ujar Chunlan, seperti dikutip Xinhua, Kamis, 23 Januari 2020.

    “Pemerintah daerah harus mengumpulkan sumber daya termasuk rumah sakit, ahli, obat-obatan yang efektif dan peralatan medis untuk menyelamatkan pasien dengan upaya terbaik,” jelasnya.

    Dia juga menuntut perhatian besar untuk keselamatan pekerja medis, menambahkan bahwa pertemuan besar-besaran harus dihindari dan informasi tentang wabah harus transparan dan terbuka.

    Wuhan diisolir


    Pemerintah Tiongkok menegaskan untuk menghentikan penerbangan dan kereta api dari Wuhan. Kota berpenduduk 11 juta orang menjadi pusat wabah Virus Korona.

    Pusat komando khusus untuk melawan virus itu juga mengatakan bahwa penduduk tidak boleh pergi tanpa alasan khusus. Langkah-langkah itu akan efektif mulai Kamis 23 Januari .

    “Langkah itu dimaksudkan untuk secara tegas mengatasi momentum penyebaran epidemi," kata pusat komando, kepada kantor berita CCTV, yang dikutip AFP.

    Sementara itu kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia menunda keputusan apakah akan mengumumkan darurat kesehatan global atau tidak. Darurat kesehatan global itu merupakan instrumen langka yang hanya digunakan untuk wabah terburuk. Ghebreyesus mengatakan, dirinya membutuhkan ‘informasi lebih lanjut’.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id