1.500 Warga Sipil Afghanistan Tewas Sepanjang Juli 2019 - Medcom

    1.500 Warga Sipil Afghanistan Tewas Sepanjang Juli 2019

    Willy Haryono - 03 Agustus 2019 16:19 WIB
    1.500 Warga Sipil Afghanistan Tewas Sepanjang Juli 2019
    Ambulans membawa korban ledakan di Kabul, Afghanistan, 28 Juli 2019. (Foto: AFP/WAKIL KOHSAR)
    Kabul: Jumlah korban jiwa dari kalangan warga sipil dalam konflik di Afghanistan kembali melonjak pada Juli, setelah beberapa bulan sebelumnya relatif menurun.

    Menurut data Misi Asistensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA), lebih dari 1.500 warga sipil tewas atau terluka dalam konflik di negara tersebut sepanjang Juli 2019. Ini merupakan angka korban tewas tertinggi dari kalangan warga sipil di Afghanistan sejak Mei 2017.

    Meningkatnya angka korban jiwa, yang sebagian besar diakibatkan tingginya intensitas serangan Taliban dan kelompok "anti-pemerintah lainnya," berlangsung di tengah dialog damai di Doha. Dialog berlangsung antara Amerika Serikat dan Taliban.

    "Upaya perdamaian meningkat dalam beberapa pekan terakhir, namun konflik di lapangan juga demikian," kata kepala UNAMA Tadamichi Yamamato, dikutip dari laman AFP, Sabtu 3 Agustus 2019.

    "Saya menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tidak meningkatkan operasi militer, karena hal itu dapat membuat mereka (Taliban) mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam dialog damai," lanjut dia.

    Rangkaian serangan mematikan mengguncang Afghanistan bulan lalu, termasuk bom bunuh diri di sebuah bus pada 25 Juli. Serangan itu menewaskan tujuh warga sipil, termasuk enam perempuan dan satu balita berusia tiga tahun.

    Tidak ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun pemerintah Afghanistan dan AS menyalahkan Taliban.

    Pada 28 Juli, bom bunuh diri dan sekelompok pria bersenjata beraksi di kantor calon wakil presiden Amrullah Saleh, yang merupakan pendamping petahana untuk pemilihan umum September mendatang. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang.

    Selasa kemarin, UNAMA merilis laporan yang memperlihatkan 27 persen penurunan kematian di paruh pertama 2019 dibanding periode sama tahun lalu. Meski menurun, 1.366 warga sipil tewas dan 2.446 lainnya terluka.

    Dalam laporan itu, UNAMA mengkritik pasukan "pro-pemerintah," termasuk militer AS. UNAMA menyebut dalam paruh kedua 2019, pasukan pro-pemerintah lebih banyak menewaskan warga sipil ketimbang Taliban dan grup pemberontak lainnya.

    Militer Afghanistan, Taliban dan juga AS sama-sama mengecam laporan UNAMA tersebut. UNAMA membela diri, dan menyerukan semua kubu bertikai di Afghanistan untuk bekerja bersama-sama bersama PBB.

    Baca: Taliban Kunjungi Indonesia Bahas Perdamaian Afghanistan



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id