comscore

Presiden Tsai Meminta Maaf kepada Suku Pribumi Taiwan

Willy Haryono - 01 Agustus 2016 12:20 WIB
Presiden Tsai Meminta Maaf kepada Suku Pribumi Taiwan
Tiga anggota suku pribumi Taiwan sedang berburu hewan liar di gunung Taitung, 2 Juli 2016. (Foto: AFP/SAM YEH)
medcom.id, Taipei: Presiden Tsai Ing-wen meminta maaf secara resmi kepada suku pribumi Taiwan atas penderitaan yang mereka alami selama ratusan tahun. Ini adalah permohonan maaf pertama dari seorang pemimpin di Taiwan. 

Tsai, presiden Taiwan yang memiliki darah suku pribumi, berencana memimpin sebuah komite untuk menginvestigasi ketidakadilan yang dialami penghuni asli tanah Taiwan. Ini merupakan upaya pemerintah Taiwan dalam meredam ketegangan dengan suku asli. 
"Saya meminta maaf kepada suku pribumi atas nama pemerintah, terhadap penderitaan dan ketidakadilan yang dirasakan kalian semua selama lebih dari 400 tahun lalu," ujar Tsai di Taipei, seperti dikutip AFP, Senin (1/8/2016). 

"Kita perlu melihat sejarah secara serius dan mengungkapkan kebenaran," tambah dia, yang menyebut permintaan maaf sebagai langkah penting untuk kemajuan negara. 

Presiden Tsai Meminta Maaf kepada Suku Pribumi Taiwan
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. (Foto: AFP)

Ratusan anggota suku pribumi Taiwan menggelar unjuk rasa di depan kantor kepresidenan di Taipei dalam sepekan terakhir. Mereka mendesak adanya perlindungan terhadap hak berburu hewan liar dan juga meminta adanya aksi nyata dari pemerintah. 

Suku pribumi di Taiwan -- berjumlah sekitar dua persen dari total populasi 23,5 juta -- menyaksikan lunturnya nilai-nilai kebudayaan mereka sejak imigran mulai berdatangan dari Tiongkok sejak ratusan tahun lalu.

Sebagian besar tanah suku pribumi Taiwan kini menjadi taman nasional, yang memicu perselisihan atas hak berburu hewan liar, memancing ikan dan memetik tanaman serta buah-buahan. 

Saat ini suku pribumi di Taiwan masih menjadi kaum marjinal, dengan pendapatan 40 persen lebih rendah dari rata-rata penghasilan nasional, dengan tingkat pengangguran tinggi. 

Sebelumnya, Tsai berjanji meningkatkan otonomi dan hak-hak suku pribumi dalam kampanye pemilihan umum, di mana Partai Demokratik Progresif menang telak pada Januari.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id