Dubes RI Ajak Bekraf Promosikan Kopi Indonesia di Swedia

    26 Maret 2019 07:35 WIB
    Dubes RI Ajak Bekraf Promosikan Kopi Indonesia di Swedia
    Dubes Bagas Hapsoro (dua kanan) saat bertemu Bekraf di Jakarta, Senin 25 Maret 2019. (Foto: KBRI Stockholm)
    Jakarta: Swedia merupakan negara dengan tingkat konsumsi kopi yang cukup tinggi di dunia. Swedia tercatat berada di peringkat enam sebagai negara dengan peminum kopi terbanyak di dunia. 

    "Oleh karena itu, saya percaya bahwa kopi Indonesia akan dengan mudah masuk ke pasar Swedia," ucap Duta Besar Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsoro dalam pertemuan dengan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Ricky Joseph Pesik di Jakarta.

    Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Dubes Bagas mengajak BEKRAF untuk berpartisipasi dalam Event Kopi di Swedia pada Juni 2019. 

    "Ini adalah peluang bagus untuk kopi Indonesia yang terkenal, seperti Kopi Gayo, untuk semakin didengar dan dirasakan oleh masyarakat negara-negara di utara, seperti Swedia dan negara Skandinavia lainnya," kata Ricky, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa 26 Maret 2019.

    Kopi Gayo adalah salah satu kopi favorit di Swedia. Kualitas dan aroma kopi tersebut menjadikannya sebagai minuman resmi dalam acara penganugerahan Nobel pada tanggal 10 Desember di setiap tahunnya.

    Mei tahun lalu, KBRI Stockholm menggelar kegiatan bertema "The Colours of Indonesia" untuk mempromosikan kopi dan batik Indonesia di Swedia.

    Acara yang dibuka secara resmi oleh Dubes Bagas menampilkan tiga kegiatan utama: presentasi kopi spesial (specialty coffee), workshop batik dan fashion show batik.

    Para peserta coffee cupping Swedia menyatakan sangat tertarik dengan cita rasa kopi Indonesia. Dalam pertemuan business to business, mereka membicarakan berbagai kerja sama dengan perusahaan asal Indonesia.

    Tak hanya kopi sebagai komoditas ekspor unggulan, acara "The Colours of Indonesia" juga menjadi momentum untuk memperkenalkan batik - warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.

    Satu tahun sebelumnya, Raja Swedia, Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia berkunjung ke Indonesia. Kunjungan dilakukan karena Swedia menganggap Indonesia sebagai pasar bebas dan ladang investasi.

    "Terbukti banyak produk Swedia yang masuk ke Indonesia, seperti fesyen. Kopi gayo asal Indonesia juga sudah masuk ke Swedia," tutur Dubes Hapsoro menjelang kedatangan Raja dan Ratu Swedia pada Mei 2017.

    Baca: Kopi serta Batik Indonesia Pikat Warga Swedia dan Latvia



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id