Diplomasi Indonesia Diuji dalam Isu Palestina

    Sonya Michaella - 09 April 2019 15:47 WIB
    Diplomasi Indonesia Diuji dalam Isu Palestina
    Dirjen Multilateral Kemenlu RI Febryan Ruddyard (kanan) di Jakarta, Selasa 9 April 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)
    Jakarta: Kemerdekaan Palestina masih dan akan terus menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Isu ini terus dibawa Indonesia yang saat ini duduk sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020.

    "Di isu ini, diplomasi Indonesia diuji. Bagaimana kita tetap konsisten untuk mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina di tengah dinamika yang tidak menentu di DK PBB," kata Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febryan Ruddyard, di Jakarta, Selasa 9 April 2019.

    Selain dinamika situasi yang tidak menentu, lanjut Febryan, adanya dukungan dari Anggota Tetap DK PBB, Amerika Serikat (AS) terhadap Israel juga seakan mengganjal perjuangan rakyat Palestina.

    "Dalam DK PBB itu semua negara punya posisi. Dan kita memang tidak bisa menolak atau menghalangi sebuah negara mengutarakan atau menetapkan posisinya dalam suatu isu. Namun, kita harus tetap konsisten dalam posisi kita," ungkap dia lagi.

    Menurut Febryan, Indonesia juga tak bisa bekerja sendiri untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Indonesia juga harus menjalin kerja sama dengan negara lain. Kondisi inilah yang merupakan tugas para diplomat Indonesia yang ditempatkan di Misi Tetap Indonesia untuk PBB, New York, AS.

    Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali menyambangi Markas Besar DK PBB di New York untuk menghadiri sejumlah sidang. Salah satu agenda sidang adalah isu Palestina. 

    "Perampasan atau aneksasi wilayah Palestina sedang berlangsung perlahan dan tidak manusiawi. Semua negara harus menentang hal ini," kata Menlu Retno dalam UN Forum on Palestine, 4 April lalu.

    Ia kembali menyerukan agar komunitas internasional meneruskan bantuan kemanusiaan terhadap Palestina. Pasalnya, bantuan itu bisa menopang kehidupan masyarakat Palestina.

    Indonesia sendiri tahun ini telah meningkatkan bantuan untuk lembaga pengungsi PBB (UNRWA). Tak hanya itu, RI juga meluncurkan program peningkatan kapasitas untuk rakyat Palestina.

    Bahkan Indonesia akan menyelenggarakan pertemuan khusus mengenai Palestina saat Presidensi di Dewan Keamanan PBB, Mei mendatang.

    Dalam kesempatan ini, Retno juga menyerukan agar Palestina diterima sebagai anggota penuh PBB. 

    "Saat ini, Palestina dan kekuatan penjajah tidak berada pada posisi yang sama. Merupakan tanggung jawab komunitas internasional untuk mengangkat posisi Palestina dan melindungi hak-hak rakyatnya," ungkapnya.

    Baca: Indonesia Resmi Memulai Tugas di DK PBB




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id