• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 12.968.610.192

Fokus Resolusi Perlindungan Palestina yang Didukung Indonesia

Fajar Nugraha - 14 Juni 2018 15:06 wib
 Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani
Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani (kedua dari kiri) (Foto: Perwakilan Tetap RI di New York).

Jakarta: Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) secara multak mengesahkan resolusi mengenai perlindungan warga sipil Palestina, pada Rabu 13 Juni 2018. Resolusi ini turut didukung oleh delegasi Indonesia.
 
Sebagai salah satu delegasi yang terdepan dalam mendukung resolusi tersebut, Indonesia juga co-sponsor atas salah satu pendukung utama dalam resolusi.
 
Baca juga: 120 Negara Anggota PBB Kecam Serangan Israel ke Palestina.
 
Resolusi yang berjudul Protection of Palestinian Civilians telah dipungutsuarakan dengan hasil akhir 120 mendukung, delapan menolak dan 45 negara abstain.
 
"Pengesahan resolusi ini merupakan bukti nyata keberpihakan dan dukungan politis dunia internasional terhadap situasi dan kondisi warga sipil Palestina yang selama ini telah mengalami pelanggaran HAM oleh Israel," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Medcom.id, Kamis 14 Juni 2018.
 
Menlu Retno Marsudi berikut jajarannya di Jakarta sepanjang malam terus melakukan komunikasi intensif dengan Duta Besar/ Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani untuk memastikan dukungan Indonesia terhadap Palestina.
 
"Saya telah menginstruksikan Wakil Tetap RI di New York untuk melakukan penggalangan bersama Delegasi Turki dan Aljazair agar resolusi ini dapat disahkan dengan dukungan yang tinggi," tegas Menlu.
 
Resolusi ini semula telah diajukan oleh Kuwait di Dewan Keamanan PBB, namun tidak berhasil lolos akibat veto dari Delegasi AS. Atas inisiatif Indonesia dan sejumlah negara anggota lainnya, resolusi serupa kemudian diajukan kembali oleh Turki sebagai Ketua KTT OKI dan Aljazair sebagai Ketua Liga Arab melalui penyelenggaraan sesi darurat khusus Majelis Umum PBB.
 

Hasil voting mengenai resolusi perlindungan warga Palestina (Foto: Perwakilan Tetap RI di New York).

Tidak hanya itu, resolusi ini meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk melakukan penilaian terhadap situasi di lapangan di wilayah pendudukan Palestina. Kemudian diperlukan pula membuat laporan berikut rekomendasi guna menghentikan eskalasi kekerasan dan menyampaikannya kepada Majelis Umum dalam tempo waktu 60 hari.

Baca juga: Indonesia Berikan Suara Kecam Israel di PBB.

"Resolusi juga mengangkat krisis kemanusiaan di Jalur Gaza akibat blokade militer yang selama ini dilakukan oleh Israel," menurut pernyataan Kemenlu RI.
 
"Secara khusus, masyarakat internasional diminta untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) sebagai badan PBB yang selama ini memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga dan pengungsi Palestina," imbuh pernyataan itu.
 
Dukungan konsisten Indonesia dalam setiap inisatif maupun resolusi PBB terkait Palestina menunjukkan komitmen kuat Indonesia bagi rakyat Palestina khususnya dalam menghadapi kesewenangan dan impunitas Pemerintah Israel yg bertentangan dengan hukum internasional, yakni Konvensi Jenewa mengenai perlindungan warga sipil, hukum HAM dan humaniter internasional.
 
AS menolak
 
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley menyebut resolusi kecaman terhadap Israel yang didukung oleh 120 negara anggota sebagai resolusi satu sisi. Ia pun menyatakan tak setuju dengan resolusi itu.
 
Menurut Haley, negara-negara Arab mencoba untuk memainkan politik di PBB dengan mengutuk Israel.
 
Baca juga: Dubes AS di PBB Tak Setuju Resolusi Kecaman Israel.
 
Pasalnya, amandemen yang diajukan AS untuk mengutuk Hamas karena menimbulkan konflik di sepanjang perbatasan Gaza, gagal mengumpulkan suara mayoritas. Amandemen AS ini hanya didukung 62 suara, dengan 58 melawan dan 42 abstain.
 
"Seakan-akan semua kekerasan yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat adalah seluruhnya kesalahan Israel. Tetapi, kenyataannya PBB menutup mata terhadap bias anti-Israel," sebut Haley.
 
Sedangkan Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon bahkan mengatakan bahwa 'elemen anti-Israel' yang ada di PBB menghalangi negara-negara lain untuk mengecam Hamas.
 
"Ini sangat memalukan. Tapi berkat upaya dari AS dan sekutu kami, kami membuktikan bahwa kejadian di Gaza bukan kesalahan Israel," tukas dia.
 
Selama ini, Hamas dianggap sebagai sebuah kelompok teroris oleh Israel. Pertempuran pun kerap terjadi di perbatasan Gaza antara Hamas dan militer Israel.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.