Dokter Penguak Virus Korona Meninggal di Wuhan

    Fajar Nugraha - 07 Februari 2020 07:34 WIB
    Dokter Penguak Virus Korona Meninggal di Wuhan
    Dokter yang memperingatkan bahaya virus korona meninggal di Wuhan, Tiongkok. Foto: AFP
    Wuhan: Seorang dokter Tiongkok, di antara yang pertama untuk meningkatkan kewaspadaan tentang virus korona baru, meninggal karena terinfeksi. Dirinya dipuji oleh warga Tiongkok sebagai pahlawan.

    “Dokter Li Wenliang meninggal pada Jumat 7 Februari pukul 2:58 pagi waktu setempat,” pernyataan Rumah Sakit Pusat Wuhan dalam akun terverifikasi di platform media sosial Tiongkok, Weibo, seperti dikutip AFP, Jumat, 7 Februari 2020.

    Perempuan berusia 34 tahun itu mengirimkan pesan tentang virus korona baru kepada rekan-rekannya pada 30 Desember. Tetapi kemudian berada di antara delapan pelapor yang dipanggil oleh polisi karena dianggap menyebarkan informasi palsu.

    Dia kemudian tertular penyakit saat merawat pasien dan telah dipuji sebagai pahlawan oleh pengguna internet Tiongkok.

    Li termasuk di antara lebih dari 30.830 orang yang kini telah terinfeksi virus korona di Tiongkok. Sementara pihak berwenang berjuang untuk menahan laju wabah itu, meskipun memerintahkan jutaan orang untuk tetap bertahan di dalam ruangan di semakin banyak kota.

    Hingga saat ini jumlah korban tewas akibat virus korona ini mencapai 635 orang. Sementara 1.487 orang lainnya sembuh dari penyakit tersebut.

    Kepanikan

    Kepanikan global juga menyebar, dengan ribuan terperangkap di kapal pesiar yang dikarantina di Jepang.

    Setidaknya 20 orang di kapal pesiar Diamond Princess, di Yokohama sejak Senin telah dinyatakan positif. Sekitar 3.700 penumpang dan kru dari lebih dari 50 negara telah dikurung.

    Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan kapal pesiar lain, Westerdam, sedang menuju ke negara itu dengan satu kasus yang dikonfirmasi.

    "Tidak ada orang asing dari kapal, yang mampu mengangkut hampir 3.000 penumpang dan awak, akan diizinkan untuk turun," tutur Abe.

    Sekitar 20 negara telah mengonfirmasi kasus-kasus virus korona. Virus ini muncul di pasar yang menjual binatan eksotis di Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun lalu.

    Para ahli menekankan bahwa pada kematian dua persen, virus Novel Corona (nCoV) 2019 jauh lebih tidak mematikan dibandingkan SARS, yang menewaskan sekitar 10 persen orang yang terinfeksi 17 tahun lalu.

    Namun wabah itu telah dinyatakan sebagai darurat kesehatan global. Hal ini mendorong beberapa pemerintah untuk memperingatkan terhadap perjalanan ke Tiongkok dan melarang kedatangan dari negara itu, sementara maskapai penerbangan telah menghentikan penerbangan dan membawa pulang warganya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id