Menlu Retno Tekankan Perlindungan Pekerja Migran di Korsel

    Sonya Michaella - 08 April 2019 13:21 WIB
    Menlu Retno Tekankan Perlindungan Pekerja Migran di Korsel
    Menlu Retno Marsudi (kanan) bersama Menlu Korsel Kang Kyung-hwa di Kemenlu RI, Jakarta, Senin 8 April 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)
    Jakarta: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi salah satu fokus pemerintah Indonesia di mana pun, termasuk di Korea Selatan (Korsel). Hal ini yang ditekankan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ketika menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-hwa.

    Dalam pertemuan ini, digelar pula Joint Commision Meeting yang keempat antara Indonesia dan Korsel. Kedua menlu membahas sejumlah isu, terutama proteksi PMI di Korsel yang mayoritas bekerja di sektor perikanan. 

    "Saya tekankan bahwa perlindungan PMI kita di Korsel sangat penting. Saat ini, ada sekitar 36 ribu warga Indonesia yang bekerja di Korsel,” kata Menlu Retno, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 8 April 2019.

    Selain PMI, 42 ribu WNI berdomisili di Negeri Gingseng yang berprofesi sebagai profesional serta mahasiswa. Korea Selatan juga menjadi salah satu destinasi wisata warga Indonesia.

    "Saya juga berharap agar finalisasi kerangka Nota Kesepahaman Employment Permit System (EPS) segera rampung untuk PMI kita yang bekerja di sektor perikanan," ujar Menlu Retno.

    EPS merupakan satu-satunya sistem perekrutan pekerja migran di dunia yang telah mendapatkan sertifikat ISO. Di bawah naungan sistem ini, para pekerja migran dijamin dan dilindungi oleh Undang-undang ketenagakerjaan Korea Selatan, sama halnya seperti status masyarakat Korea Selatan sendiri.

    Selain mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah setempat, tersebut juga pastinya akan mendapatkan jaminan asuransi, tempat tinggal, makan hingga gaji perbulan setara dengan gaji masyarakat setempat yang kisarannya nota bene berkali-kali lipat lebih tinggi dari UMR di Indonesia. 

    Melalui KBRI Seoul, pemerintah Indonesia juga memerhatikan hak-hak dan nasib para PMI usai kontrak kerja mereka habis. Berbagai program inovatif menyasar para PMI telah ditelurkan. Mulai dari program pelayanan dan perlindungan maksimal bagi mereka, termasuk juga program kesehatan.

    Baca: KBRI Seoul Siapkan Program Karya TKI Habis Kontrak



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id