Rusia Sebut Imbal Dagang Hambat Pengiriman Sukhoi

    Willy Haryono - 18 Desember 2019 17:31 WIB
    Rusia Sebut Imbal Dagang Hambat Pengiriman Sukhoi
    Pesawat jet tempur Sukhoi Su-35. (Foto: AFP)



    Jakarta: Indonesia dan Rusia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 pada Februari 2018. Namun hingga kini, produk yang dipesan Indonesia itu belum juga datang.

    Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia Oleg V. Kopylov mengatakan, perjanjian pembelian Sukhoi Su-35 oleh Indonesia tercantum dalam rangkaian dokumen kontrak yang cukup rumit.

     



    "Dalam kontrak itu ada banyak bab dan sub-kontrak. Ada soal imbal dagang, perjanjian transfer teknologi dan lain-lain. Ini adalah dokumen besar yang terdiri dari banyak hal," ujar Kopylov di kediaman misi diplomatik Rusia di Jakarta, Rabu 18 Desember 2019.

    "Tapi kami tegaskan bahwa sejak kontrak tersebut ditandatangani, kami terus berusaha menyelesaikan segala prosesnya," sambung dia.

    Mengenai imbal dagang, Rusia dan Indonesia mengakui hal tersebut merupakan salah satu kendala teknis penghambat pengiriman Sukhoi. Dalam kontrak pembelian ini, Indonesia membayar 50 persen dari total harga 11 unit Sukhoi dengan produk-produk dalam negeri.

    Hingga saat ini, Kementerian Perdagangan masih mengupayakan hadirnya produk olahan sebagai imbal dagang yang tepat agar Sukhoi dapat segera dikirim. Beberapa produk yang ditawarkan Kemendag di antaranya makanan, minuman dan juga rempah-rempah.

    "Kami senang saat Indonesia memilih Sukhoi. Kami paham Indonesia membeli produk ini untuk menjaga keamanan nasional. Kami berjanji akan mengirimkan produk jet tempur terbaik," ucap Kopylov.

    "Saya tekankan sekali lagi bahwa kontrak pembelian Sukhoi ini masih berlaku, dan kami terus mendorong prosesnya," lanjut dia.

    Sebelumnya, Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva membeberkan ada beberapa kendala terkait pengiriman Sukhoi ke Indonesia. Progres kontrak dagang RI dengan Rusia ini hanya perlu merampungkan masalah teknis.

    “Beberapa masalah teknis dalam kesepakatan ini. Tapi Indonesia dan Rusia sudah melakukan penandatanganan pembelian, dan masalah ada di teknisnya saja,” tutur Lyudmila, September lalu.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id