India Minta Palestina Pertimbangkan Rencana Perdamaian Trump

    Willy Haryono - 01 Februari 2020 16:07 WIB
    India Minta Palestina Pertimbangkan Rencana Perdamaian Trump
    PM India Narendra Modi. (Foto: AFP)
    New Delhi: India menyambut baik rencana perdamaian Palestina-Israel yang disusun Amerika Serikat dan telah diumumkan Presiden Donald Trump pada Selasa 28 Januari. India kemudian menyarankan Palestina, yang tidak hadir dalam acara pengumuman, untuk mempertimbangkan rencana tersebut.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar juga menggarisbawahi perlunya "negosiasi langsung" antara Palestina dan Israel dalam upaya menyelesaikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

    "Kami mendorong pihak-pihak terkait untuk berkomunikasi, termasuk mengenai proposal (rencana perdamaian) yang telah diajukan Amerika Serikat dan bersama-sama mencari solusi demi bisa hidup damai secara berdampingan," ucap dia, dikutip dari laman Press TV, Sabtu 1 Februari 2020.

    "Kami akan terus perkembangan terbaru di kawasan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait," lanjutnya.

    Mash Mengenai rencana perdamaian Timur Tengah ala Trump, Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyatakan kepuasannya dengan kerja sama yang terjalin dengan Israel selama ini.

    "Terima kasih banyak, sahabat saya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Hubungan India-Israel sangat kuat. Kita memiliki nilai-nilai yang sama," tulis PM Modi di Twitter, seperti 

    "Israel dan India telah menjalin hubungan diplomatik resmi 28 tahun lalu. Persahabatan akrab antara Israel dan India merupakan bukti beragamnya kerja sama antar kita berdua," tulis PM Netanyahu.

    Selasa 24 Januari, Trump mengumumkan rencana perdamaian konflik Palestina-Israel. Trump meyakini rencana mendamaikan Israel dan Palestina ini akan berjalan sukses, tidak seperti beberapa percobaan oleh pemerintah AS di masa lalu.

    Palestina mengecam keras rencana Trump karena dinilai terlalu menguntungkan Israel. Dalam rencana tersebut, AS mendukung Yerusalem sebagai "ibu kota seutuhnya" Israel. Padahal, Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.
     
    Tidak hanya itu, rencana perdamaian Timur Tengah ala Trump juga membiarkan Israel menganeksasi sejumlah permukiman di Tepi Barat yang merupakan milik Palestina.

    Rencana Trump memaparkan sebuah visi mengenai status negara berdaulat Palestina di masa mendatang. Disebutkan bahwa Palestina nantinya bisa menjadi sebuah negara jika bisa memenuhi sejumlah syarat.
     
    Salah satu syaratnya adalah Palestina tidak boleh memiliki kekuatan militer, atau istilah lainnya demiliterisasi.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id