Kisruh Transgender Duduk di Lembaga Kesehatan Malaysia

    Fajar Nugraha - 11 Juli 2019 09:23 WIB
    Kisruh Transgender Duduk di Lembaga Kesehatan Malaysia
    Rania Zara Medina dipilih sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara. (Foto: The Star).
    Petaling Jaya: Kementerian Kesehatan Malaysia tengah menjadi sorotan ketika seorang transgender untuk duduk di dalam sebuah badan yang dirancang untuk memerangi HIV/AIDS.

    Rania Zara Medina dipilih sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara atau Country Coordinating Mechanism (CCM). Namun penunjukkannya mengundang kecaman banyak pihak.

    Kepala Wanita Umno Datuk Dr Noraini Ahmad mengecam penunjukan Rania Zara Medina  sebagai anggota komite, mengklaim bahwa kelompok Lesbian, Gay Bisexual and Transgender (LGBT) memiliki disforia gender yang bertentangan dengan nilai-nilai dan kepercayaan mayoritas Malaysia.

    “Budaya LGBT ini juga melanggar hukum berdasarkan Bagian 377A KUHP, Bagian 25 dan 26 dari Penetapan Pelanggaran Syariah Syariah dan Bagian 28 dari Undang-Undang Pelanggaran Syariah Syariah (Wilayah Federal),” ujar Noraini, seperti dikutip dari The Star, Kamis, 11 Juli 2019.

    “Jelas bahwa hak komunitas LGBT untuk mempraktikkan gaya hidup mereka masih tunduk pada hukum, dan dilarang di Malaysia,” katanya, mempertanyakan apakah penunjukan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah mengakui mereka yang mempromosikan praktik LGBT.

    Ketua Komite Akun Publik (PAC) mendesak pemerintah untuk menjelaskan alasan penunjukan Duta LGBT untuk mewakili kementerian.

    Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye pada Selasa membela penunjukan Rania, mengatakan bahwa Kabinet pada tahun 2009 membentuk CCM Malaysia dengan tujuan untuk mengatasi HIV / AIDS melalui kontribusi dari Global Fund.

    Dia mengatakan seperti yang dipersyaratkan oleh Global Fund, anggota CCM terdiri dari 25 orang yang mewakili pemangku kepentingan seperti lembaga pemerintah, LSM, akademisi dan perwakilan masyarakat dari kelompok sasaran.

    “Kelompok sasaran termasuk waria, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks perempuan, pengguna narkoba dan orang yang hidup dengan HIV / AIDS,” kata Dr. Lee.

    Dewan AIDS Malaysia (MAC) dan lembaga pemikir Galen Center untuk Kebijakan Kesehatan & Sosial memuji penunjukan Rania, mengatakan itu adalah langkah menuju strategi HIV yang berhasil dan inklusif.

    “MAC menegaskan kembali bahwa penunjukan Rania sebagai perwakilan komunitas transgender pada CCM Malaysia dilakukan melalui serangkaian proses yang transparan, dipimpin oleh masyarakat dan inklusif untuk memastikan hasil yang paling melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dari dampak negatif dari HIV,” pernyataan MAC.

    "MAC mendesak semua pihak untuk menghormati hasil penunjukan CCM dan berupaya meningkatkan kualitas kesehatan semua warga Malaysia tanpa memandang jenis kelamin, jenis kelamin, seksualitas, dan pengidentifikasi lainnya," imbuh pernyataan itu.

    Galen Center mengatakan keberhasilan Malaysia dalam pengurangan HIV adalah sebagian karena strateginya untuk memastikan keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat yang terpinggirkan.

    “Malaysia selalu memiliki perwakilan transgender dalam Mekanisme Koordinasi Negara. Peran dan beban tanggung jawab ini telah mengakui bahwa komunitas ini bukan 'masalah' tetapi bagian dari solusi untuk epidemi negara," kata kepala eksekutif Galen Centre Azrul Mohd Khalib dalam sebuah pernyataan kemarin.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id