comscore

Tiongkok Bantah Tudingan Menghalangi Penyelidikan Covid-19

M Sholahadhin Azhar - 17 Juli 2021 06:46 WIB
Tiongkok Bantah Tudingan Menghalangi Penyelidikan Covid-19
Ilustrasi bendera Tiongkok/AFP.
Beijing: Tiongkok pada Jumat, 16 Juli 2021 membantah tuduhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa mereka gagal membagikan data mentah yang diperlukan untuk penyelidikan asal-usul covid-19. Mereka bersikeras para ahli diberi akses yang memadai ketika mereka mengunjungi Tiongkok tahun ini.

WHO menghadapi tekanan yang meningkat untuk penyelidikan baru yang mendalam tentang asal usul pandemi covid-19, setelah badan PBB mengirim tim ahli internasional independen ke Wuhan, Tiongkok pada Januari. Ini lebih dari setahun setelah covid-19 pertama kali muncul di sana.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada wartawan Kamis bahwa salah satu tantangan utama selama tahap pertama penyelidikan adalah bahwa "data mentah tidak dibagikan”. Tedros pun mendesak Tiongkok untuk "transparan, terbuka dan bekerja sama" pada tahap kedua. dari penyelidikan.

Baca: Dirjen WHO Desak Tiongkok Blak-blakan Soal Covid-19

Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian bersikeras pihaknya telah mengizinkan para ahli "untuk melihat data asli yang membutuhkan perhatian khusus”. 

“Meskipun beberapa informasi melibatkan privasi pribadi dan tidak dapat disalin dan dibawa ke luar negeri,” ujar Zhao, seperti dikutip AFP, Sabtu 17 Juli 2021.

Zhao juga menepis klaim Tedros bahwa "ada dorongan prematur" untuk mengesampingkan teori bahwa virus itu bisa saja bocor dari laboratorium virologi di kota Wuhan.

“Tim ahli yang telah mengunjungi Tiongkok setuju bahwa hipotesis bahwa kebocoran laboratorium menyebabkan wabah sangat tidak mungkin,” kata Zhao, seraya memperingatkan bahwa "masalah ini tidak boleh dipolitisasi".

Awalnya diejek sebagai teori konspirasi sayap kanan -,dan ditolak keras oleh Beijing,- gagasan bahwa covid-19 mungkin muncul dari kebocoran laboratorium telah mendapatkan momentum yang meningkat, terutama di Amerika Serikat.

Tiongkok secara konsisten mengecam setiap saran bahwa kebocoran lab itu mungkin karena bermotivasi politik dan tidak ilmiah. Tetapi Tedros menekankan pada hari Kamis bahwa penyelidikan lebih lanjut diperlukan sebelum hipotesis dapat dikesampingkan secara definitif.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id