Topan Kammuri Terjang Filipina, Bandara Manila Ditutup

    Willy Haryono - 03 Desember 2019 08:26 WIB
    Topan Kammuri Terjang Filipina, Bandara Manila Ditutup
    Warga berjalan di tengah banjir yang dipicu terjangan Topan Kammuri di Legaspi City, Filipina, 3 Desember 2019. (Foto: AFP/RAZVALE SAYAT)
    Manila: Topan Kammuri menerjang Filipina dengan angin kencang dan hujan deras, yang memicu evakuasi ribuan orang dan mengganggu jalannya kegiatan operasional bandara internasional di Manila, Selasa 3 Desember 2019.

    Dilansir dari AFP, manajer Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila mengatakan, operasional kemungkinan akan dihentikan pada pukul 11.00 waktu setempat untuk mengantisipasi tiupan angin kencang.

    Jam dibukanya kembali bandara belum dapat ditentukan. Namun otoritas setempat mengestimasi bandara bisa kembali beroperasi pada pukul 23.00, dengan pertimbangan khusus tergantung kondisi cuaca.

    Sejumlah pakar cuaca memprediksi kekuatan Kammuri belum akan melemah dalam waktu dekat, dengan kecepatan tiupan angin maksimalnya diprediksi mencapai 235 kilometer per jam.

    "Kami masih memeriksa skala kerusakan, tapi sepertinya cukup parah," kata Luisito Mendoza, seorang petugas badan penanggulangan bencana Filipina.

    "Ada satu wilayah di mana ketinggian air mencapai atap rumah. Salah satu personel kami dilaporkan terkena serpihan kaca," sambung dia, yang juga mengatakan ada banyak pohon serta tiang listrik yang tumbang diterjang Kammuri.

    Sekitar 340 ribu orang telah dievakuasi dari rumah mereka masing-masing di wilayah Bicol. Namun ada sebagian warga yang memilih tinggal, bahkan saat Kammuri sudah tiba di wilayah mereka.

    "Anginnya begitu kencang. Saya melihat ada satu atap rumah yang tertiuap angin," ujar warga lokal bernama Gladys Castillo Vidal kepada AFP.

    "Kami memutuskan tetap tinggal karena rumah kami terbuat dari beton. Semoga rumah kami dapat bertahan di tengah badai," lanjutnya.

    Filipina dilanda rata-rata 20 badai dan topan pada setiap tahunnya, yang menewaskan ratusan orang dan membuat masyarakat di area rentan bencana alam sulit memperbaiki kehidupan mereka.
     
    Siklon paling mematikan di Filipina adalah Topan Super Haiyan, yang telah membuat lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang pada 2013.
     
    Beberapa jadwal SEA Games telah terganggu menjelang kedatangan Topan Kammuri. Cabang olahraga selancar angin dan triatlon digelar lebih awal demi menghindari dampak buruk badai.
     
    Penyelenggara SEA Games berkukuh mereka memiliki rencana jangka panjang untuk mengantisipasi Kammuri, termasuk tetap menggelar acara olahraga dalam ruangan (indoor) dengan jumlah penonton ang dibatasi.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id